Air Mata Sang Pencinta

oleh : Aamir Darwis

Wajahmu selalu ada dalam benakku

Bagaimana aku bisa bertahan hidup tanpamu

Saat senyum manismu membayangi hidupku

Saat matamu menerangi langkah hidupku

Angin serasa berhembus pelan

Menyakiti setiap tulang tubuhku

Sementara engkau tertawa di atas rasa sakitku

Dan apalah artinya hidupku tanpamu

Aku tak bisa pergi darimu barang sebentarpun

Ku pendam rasa sakit ini demikian lama

Kubakar asmaraku menjadi abu kepura-puraan

Sungguh aku sangat ingin bertemu denganmu

Ku jalani hidupku dengan rasa cemas dan sedih

Langkah kakiku semakin pelan dan tubuh ini semakin menjauh saja darimu

Aku harus menjalani hidup dan menerima kenyataan

Hidup tanpa dirimu

Tanpa cintamu

Serasa dicabik-cabik hati ini

Engkau berikan cintamu pada yang lain

Sementara aku menyimpan cintaku selamanya

Aku tak peduli engkau dimana dan dengan siapa

Karena hati dan jiwa ini kan terpaut padamu

Hembusan nafasku ku do’akan untukmu

Aku takkan menangis lagi disini

Selama engkau bahagia,aku bahagia

Tak mengapa aku terbakar tetapi engkau harus terus bersinar

Tak mengapa air mata ini terus mengalir

Asalkan tawa bahagiamu abadi

Cukuplah senyum manismu menjadi harta terbaikku


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s