Saimon Mencari Bulan

oleh : Aamir Darwis

Di suatu Pedesaan bernama Desa “Harapan Cinta” terdapat seekor katak yang bernama Saimon.Ia tinggal bersama keluarga kataknya yang sangat mencintai dia.Ayahnya bernama Petruk sering menngajarinya untuk belajar mendapatkan nyamuk.Ia didik sedimikan rupa sehingga akhirnya iapun dapat berburu nyamuk sendiri.Padahal sejak belum diajarkan ilmu itu,ia hanya mengais nyamuk dari hasil tangkapan ayahnya itu.Ibunya bernama Kunti sangat menyayangi dia,hampir setiap hari ia menyiapkan bekal untuk anaknya itu saat mau berburu nyamuk.

Tetapi ada yang tidak beres dari Saimon,ia mengidap penyakit akut yang sangat jarang dihinggapi kawanan katak,ia sangat ingin ke bulan.Karena ia mengira bulan itu sangat indah dan mungkin disana banyak sekali kebahagiaan.Ia menghayal jika di bulan bak surga dimana makanan dan minuman sangat banyak.Padahal sebenarnya ia tidak tahu persis bahwa di bulan nyatanya tidak seperti yang ia bayangkan.

“andaikan aku ke bulan,pasti aku bahagia..disini Cuma ada kawanan katak yang tiap hari Cuma nyamuk,nyamuk dan nyamuk.sangat membosankan” pikir Saimon

Sehingga tiap hari yang ia fikirkan Cuma bulan dan bulan.Lambat laun ia melupakan kasih sayang bapak dan ibunya.Ia pun memutuskan ingin mengejar bulan.

Tanpa izin dari orangtuanya ia berangkat menuju bulan.Ia panjat batu-batu gunung demi cintanya kepada bulan meskipun bulan nyatanya tak begitu peduli dengan Saimon si katak.

Orangtuanyapun kaget dan gelisah,mereka menangisi kepergian saimon yang sekarang sudah berpaling ke lain hati.Kasih sayang orang tuanya seolah tidak pernah ia ingat dan bahkan ia malah tidak pernah bercita-cita membahagiakan orangtuanya.

“Mon..kenapa kau pergi,ibu dan bapak disini sangat mencintaimu,mon.. ibu dan bapak memperjuangkan seluruhnya demi kamu,sekarang kamu malah pergi mengejar sesuatu yang tidak ada kejelasan apakah yang kau cari itu juga mencintaimu..aku takut kau patah hati mon..jika mengetahui bahwa bulan tak seindah yang kau bayangkan”curhat Sang ibu saimon.

“sudahlah,bu.. kelak ia akan sadar bahwa mencintai sesuatu yang tidak cinta kepada diri kita itu malah bikin sakit dan sangat membuang waktu..kita disini harus menunggunya penuh kasih,bu” Jawab Sang bapak

“Benar,pak..semoga saimon sadar ya” timpal sang ibu

Perjalanan menyelusuri bebatuan terus dilakukan.Hujan dan panas seolah bukan lagi halangan demi cintanya kepada Bulan.Hingga akhirnya petir menyambar dirinya saat hujan.ia jatuh ke sungai lagi.

Iapun tenggelam tak sadarkan diri..

Beruntung,Sang ibu sedang mencuci pakaian saimon di sungai itu sehingga melihat jatuhnya saimon.Tanpa peduli dirinya sendiri,ia langsung melompat untuk menyelamatkan Saimon.

Ditangkapnya tangan saimon dan dibawanya menuju tepian sungai.iapun dibawa ke rumah lagi.

3 hari ia tak sadarkan diri.

Hingga akhirnya ia bangun dan mendapati dirinya di rumah kataknya yang dulu.disekelilingnya sudah berkumpul sekawanan katak yang ingin menjenguknya.Katak itu mencintai Saimon semua.

Saimon tersadar dari cinta butanya,Selama ini ia mengejar sesuatu yang nyatanya tidak mencintai dirinya.Sedangkan orang-orang disekelilingnya yang mencintai dirinya malah ia acuhkan.Iapun berhenti mengejar bulan yang nyatanya tidak memberikan dirinya apa-apa.

Begitulah kita sebagai manusia,kita mungkin mencintai seseorang tetapi orang yang kita cintai tidak mencintai kita,kita kejar dirinya yang nyatanya tidak memberikan kita apa-apa.Sedang disekeliling kita,keluarga,teman dan sahabat yang sangat mencintai kita,terkadang kita malah kurang peduli dengan mereka.Padahal mereka yang sangat-sangat mencintai kita terutama keluarga.Masih ingin mengejar sesuatu yang nyatanya yang dikejar tidak mencintai kita?? Cuma bikin sakit,bukan?? Lebih baik cut dan lupakanlah orang semacam itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s