Kisah Sarpin & Saimun Part 25 : Musyawarah Para Burung 

oleh : Aamir Darwis

Setelah melewati perjalanan demi perjalanan,hijrah dari rumah menuju gubuk sang guru.Kini tibalah Saimun di Desa Warudoyong.Lelah bercampur pengalaman-pengalaman tergambar jelas dibenak sang pencari ilmu.Sejurus kemudian,ia mengeluarkan pena dan sebuah buku tulis kecil.Tampaknya sebuah buku diary.Ia menuliskan semua pengalaman-pengalaman dalam perjalanannya.Begitulah kita,menulis pengalaman pribadi atau hikmah dari orang lain sangat bagus dan bermanfaat untuk sebagai bahan pembelajaran kita menuju pribadi yang lebih baik.

Pengalaman dan hikmahnya ia tulis dan kini berangkatlah ia menuju gubug sang guru.Kyai Sengkelat.Saimun punya kebiasaan yang unik dan sangat baik untuk menjadi contoh.Ia selalu mengucapkan dzikir dalam hati saat berjalanan.Jika kaki kanan melangkah ke depan,ia ucap bismillah dalam hati dan jika kaki kiri yang melangkah di depan,ia mengucap Alhamdulillah.Tetapi ini dilakukan tidaklah terus menerus,saat sendiri saja.

Di Gubug Kyai Sengkelat…

Sarpin dan Kyai Sengkelat sudah menunggunya.Entah gerangan apa,sesampainya disana Saimun disuguhkan makanan yang enak-enak.Hasil tangkapan ikan di sungai.Setelah mengucapkan salam dan mencium tangan gurunya dan menjabat tangan teman seperguruan kini mereka bersiap menyantap makanan.

“Ini mungkin makanan enak kalian yang terakhir untuk beberapa bulan ke depan.Kalian harus sering-sering berpuasa dan melatih jiwa rohani kalian.Makanlah..makanlah dulu” Ucap Kyai Sengkelat

Mendengar ucapan Sang guru,merekapun langsung menyantap makanan itu.Alhamdulillah.. kenyang..

“Ini kenyang yang terakhir bagi kalian.Jika kalian ingin menjadi rohani yang baik.Jangan makan sampai kenyang makanlah saat lapar” Ucap Kyai Sengkelat lagi

Ada apa dengan Kyai Sengkelat? Sekarang beliau lebih disiplin dan keras dalam mengajar dua muridnya itu.

Malam hari tiba,tibalah saatnya mengaji dan mendengar tausyiah dari sang guru.

“Kini aku akan bercerita tentang Musyawarah Para Burung.Ini bukan dongeng.Ini bagian dari kitab ‘Manthiq at-Thair’ karya Faridudin Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim.Sering disebut Attar dan dikenal dengan Saitu al-Salikin ( Cemeti orang-orang sufi ).”

Kyai Sengkelat memulai ceritanya,(ceritanya tentu versi Kyai Sengkelat)

“Sekawanan burung melakukan perjalanan jauh untuk mencari raja yang agung.Keindahan dunia dan gemerlapnya dunia tak membuat sekawanan burung itu menemukan kebahagiaan yang sejati.Kekayaan,ketenaran dan apa-apa yang dimiliki justru menjadi beban dan penghalang dirinya menuju kebahagiaan itu.Dan untuk sampai menuju tempat Raja Agung harus melewati 7 fase atau lembah.Lembah pertama,seseorang salik akan didera 100 kesulitan yang luar biasa.Jika di lembah ini kawanan burung itu harus melupakan segala apa yang dianggapnya berharga di dunia ini.Dengan begitu cahaya Raja Agung akan menemuinya.Mereka harus mempunyai harapan dan cinta yang kuat supaya bisa mengekang hasrat jasmaniyah dan supaya kerinduan terhadap Sang Raja Agung terus berkobar.Kesabaran juga hal yang penting dalam tahap ini.Para salik sering terjatuh dalam tahap ini sebab tidak sabar dan tidak tahan cobaan.Dan jalan aman selanjutnya untuk mempertahankan diri dari cobaan-cobaan dunia adalah lembah yang kedua yakni lembah cinta”

“Di lembah ini.Mereka dituntut harus totalitas dalam cinta karena hanya cinta yang sanggup membuat mereka bertahan dari godaan-godaan dan cobaan duniawi.Hanya cinta satu-satunya penawar dari racun-racun dunia.Cinta harus terus digelorakan dan disemangati terus menerus.Mereka harus tulus dan cinta kepada Sang Raja Agung sehingga cobaan dan halangan tak akan membuat mereka menyerah karena besarnya cinta telah mengalahkan cobaan dan halangan-halangan.Seperti ungkapan Majnun terhadap Layla ‘Mencintai adalah mengorbankan kesenangan yang mencolok mata dan kehidupan biasa’.Inilah peranan penting lembah cinta.Dari lembah ini,mereka akan menuju lembah kesadaran atau kearifan”

“Di lembah kesadaran atau kearifan mereka dituntut untuk hadir dan menemukan jalan yang seharusnya mereka tempuh. (banyak yang terjungkal di lembah ini karena lebih mengutamakan pikirannya bukan hatinya.Lebih percaya yang rasional daripada yang batin.Padahal batin tak bisa dirasionalkan.Batin adalah raja.Maka siapa yang bisa menguasai batin atau hati nuraninya maka ia telah berjalanan di lembah ini).Jika mereka berhasil lolos di lembah ini maka tahapan selanjutnya adalah lembah ke empat yakni lembah kebebasan”

“Pada tahap kebebasan,mereka sudah tidak lagi terpengaruh dengan hasrat duniawi,semua menjadi sama karena pancaran sang ilahi.Tak ada hasrat untuk diri sendiri yang mendzolimi orang lain karena menganggap bahwa semua ciptaan sang ilahi.Karena cintanya pada ilahi,ia juga harus mencintai makhluknya apapun itu.Pada tahap ini mereka bergerak dan bertindak atas dasar mencari keridhoan ilahi.Selalu berdo’a dan berharap bahwa yang ia lakukan diridhoi oleh sang ilahi.Perilakunya menjadi lebih bijak semua kegiatannnya dilakukan atas dasar cinta dan kerinduan kepada sang pencipta.Raja yang Agung itu.”

“Dari lembah kebebasan kini mereka akan melewati lembah keesaan.Yang Nampak dalam pandangannya hanya satu yakni Tuhan sendiri.Keragaman,perbedaan,kejamakan semuanya menjadi satu.Yakni Tuhan yang menggerakan.Apapun laku perilaku manusia dan makhluk lainnya semua hanya akting dan peran semata.Karena Tuhanlah yang menyutradarai pergerakan-pergerakan mereka.Tuhanlah yang dominan dalam kehidupan mereka.Baik dan jahat hanyalah peran dari manusia.Semua itu Tuhan yang menggerakan.Apapun yang ia lihat.ia kaitkan dengan sang ilahi.Melihat apapun yang ia lihat adalah Tuhan dengan maha menggerakanNya.”

“Setelah melewati lembah kebebasan dimana semuanya menjadi satu.Kini masuklah ke dalam lembah misteri/lembah ketakjuban.Setelah melewati lembah kebebasan,mereka tidak lagi ingat apa-apa,bahkan dirinya sendiri telah ia lupakan.Yang dia lihat adalah Tuhan yang sedang menyutradarai kehidupan.Tuhan dimana-mana dan menggerakan setiap makhluknya.Di lembah keesaan mereka menyadari bahwa ia bersama yang satu namun mereka tidak menyadari siapa yang satu itu.Kebingungan-kebingungan berseliweran pada tahap ini.Namun di lembah ini mereka merasakan ketakjuban yang luar biasa.Merasakan eksistensi Tuhan pada setiap pergerakan-pergerakan makhlukNya.Semua menjadi harmoni dan indah karena sudah ada kepasrahan dan ketakjuban dengan perasaan eksistensi Tuhan.Ia takjub namun juga merasa bingung.”

“Dari lembah ketakjuban mereka akan melewati lembah kematian.Lembah kefakiran atau lembah keterampasan.Mereka merasa lupa,tuli,dan juga kebingungan yang menjadi-jadi.Ia merasa dirinya lenyap dan hancur dan yang tersisa hanyalah perasaan cinta kepada Raja yang Agung itu.Mereka merasa hilang jasadnya jiwanya dan yang ada hanyalah eksistensi Tuhan.Hanya Tuhan yang ada dan hanya Tuhan yang menyebarkan cinta.Ia musnah dan hilang.Yang ia lihat hanya Tuhan.”

“Jika telah sampai di lembah keterampasan maka dia telah tiba di pintu Raja yang Agung.Dan dia telah berhasil melewati tahap-tahap yang panjang dan berliku.Namun apa yang ia lihat sungguh tak terduga,setelah di buka yang ia temukan hanyalah wujud dirinya sendiri.”

Sarpin dan Saimun memperhatikan dengan seksama dan matang-matang karena ini merupakan ilmu olah hati,olah rasa.Mereka mulai faham paparan-paparan dari cerita itu.Namun mereka juga bingung sekawanan burung itu burung apa saja,siapa saja? Maka Sarpin memberanikan diri untuk bertanya.

“Mbah Kyai,bolehkah kami terangkan siapa saja sekumpulan burung itu? Kami mulai paham paparannya memang benar Kyai di dunia ini semuanya hanyalah Tuhan yang menggerakan.Dan kita ini memang sedang akting alias cuman peran”

Kyai Sengkelat pun menceritakan sekumpulan burung itu,

“Baiklah,Pin.Akan saya lanjutkan ceritanya.Setelah pembahasan lembah-lembah yang harus dilalui para sekawanan burung itu.Tak elok rasanya menceritakan sekumpulan burung itu.Burung-burung itu digambarkan oleh Attar adalah bulbul,Nuri,Merak,Itik,Ayam Hutan,Humay,Rajawali,Bangau,Burung Hantu dan Burung Gereja.Burung-burung itu sebenarnya gambaran karakter manusia.”

“Jiwa manusia tipe Burung Bulbul.Keindahan suara yang dimilikinya membuat lupa apa yang seharusnya menjadi tujuan sejatinya.Bahkan bulbul lebih memilih mawar yang mati daripada bertemu dengan Simurgh yang abadi.Manusia tipe ini cenderung mencintai dirinya sendiri.Bangga dengan kecantikannya,ketampananya.Orientasi hiduonya ditujukan hanya pada kekasih mereka di dunia.Yang laki-laki berburu wanita begitupun sebaliknya yang wanita berburu laki-laki.Mereka hanya mengejar cinta manusia”

“Jiwa manusia tipe burung nuri.Sama halnya dengan burung bulbul,Nuripun takjub dengan dirinya sendiri.Dia tidak menyadari bahwa ada yang lebih indah daripada warna hijau bulunya yang tiap kali rontok itu.Manusia tipe ini jenis manusia tiep pesolek yang hanya memandang keindahan dirinya atau tubuhnya.Cukup memperindah dirinya sendiri yang lain nomer dualah.”

“Jiwa manusia tipe burung merak.Tipe manusia ini lebih parah daripada Bulbul dan Nuri.Keindahan bulu-bulu yang dimiliki menjadikan dirinya sombong.Dia berkeinginan bertemu Simurgh,namun hasrat duniawinya selalu menguasai.Dengan warna-warni keindahannya,ia ciptakan surge bagi dirinya sendiri.Dan karena sebab ini ia rela meninggalkan Kerajaan Simurgh.Manusia tipe ini selalu menghamba pada dirinya sendiri.Menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain.”

“jiwa manusia tipe Burung Itik,karena seringnya ia bergelimang hidup di air,kesombongan akan perasaan suci pada dirinya mengerami benaknya.Jubah kesucian adalah miliknya.Merasa menjadi orang yang alim,pintar dan paling bertaqwa.Menganggap amalannya lebih baik daripada orang lain.Manusia tipe ini manusia yang merasa paling suci dan paling bertaqwa.Menganggap amalannya yang paling diterima sedangkan yang lain ditolak.Ujub dengan amalannya sendiri.Inilah symbol-simbol para Kyai,Ulama,Cendekiawan dan Ilmuwan.Mereka yang sangat rawan terjangkit virus mematikan ini.Yakni perasaan ujub dan berbangga diri.”

“Jiwa manusia tipe Ayam Hutan.HudHud berkata berkata pada Ayam Hutan,’kesenanganmu pada batu permata membekukan hati bagai batu’.Manusia tipe ini mudah sekali takjub dengan keindahan-keindahan dunia.Batu permata,emas,perak,akik atau apapun yang dianggapnya indah.Orang denga tipe ini akan senang sekali memamerkan perhiasan-perhiasan atau barang-barang mewah yang dia miliki.Berjalanan atau berusaha ria dengan barang-barang yang dia miliki.Supaya dipuji orang.Manusia tipe ini melupakan kebahagiaan yang abadi yakni Cinta ilahi.”

“Jiwa manusia tipe Humay.Manusia tipe ini tipikal para perdana menteri,penasihat,lurah,gubernur dan semacamnya.Tipe pemimpin yang gila kekuasaan dan jabatan.Dia merasa menjadi manusia paling berpengaruh dan berguna.Sebab dia bisa membuat keputusan-keputusan yang dapat mempengaruhi orang banyak.Kekuasaan telah membutakan hati manusia untuk mencari Tuhan.Manusia tipe ini hanya memperjuangkan kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan selama hidupnya.”

“Jiwa manusia tipe Rajawali.Masih seputar kekuasaan,manusia tipe ini digambarkan para jendral,para panglima perang,para pemimpin perguruan silat,pendekar dan semacamnya.Godaan terbesar manusia tipe ini adalah saat merasa dirinya berguna bagi orang lain sebab pengaruhnya.Merasa ujub dan bangga diri menjadi cobaaan berat bagi manusia tipe ini”

“Jiwa manusia tipe bangau.Burung Bangau biasanya disimbolkan para petualang para pecinta keindahan alam dan tempat-tempat wisata.Dia selalu saja ingin melihat keindahan-keindahan tempat wisata.Mengoleksi tempat-tempat wisata kedalam memori otaknya.Para traveller adalah jenis manusia tipe ini.Mereka mengimani eksistensi Tuhan terhadap dirinya tetapi hanya sebatas itu.Tak mau mencari keindahan yang sejati.Seperti halnya burung bangau yang memilih air laut untuk dilihatnya tanpa mau menikmatinya daripada air tawar yang padahal dia bisa menikmatinya.”

“Jiwa manusia tipe burung hantu.Burung hantu dikenal dengan kemampuannya melihat benda-benda gelap dikegelapan malam.Burung ini menjadi teman para pencari harta karun.Manusia tipe ini adalah para pengusaha atau karyawan yang menghabiskan seluruh hidupnya mencari kebahagiaan bernama uang.Terlena dengan uang sehingga tak mau mencari keindahan yang lebih yakni keindahan kerajaan Simurgh.Manusia karyawan dan pengusaha memang rawan terpedaya oleh uang.Mereka harus bisa mengendalikan uang.Bukan uang yang mengendalikan mereka untuk berbuat kedzoliman dan kemaksiatan.”

“Jiwa manusia tipe burung gereja.Manusia tipe ini biasanya hidup dalam keluhan-keluhan tiap hari.Manusia tipe ini selalu mengeluh dan kurang bersyukur terhadap nikmat sang ilahi.Hal ini berbanding terbalik dengan perilakunya yang malas-malasan.Sikap malas-malasannya itu tak membuat dirinya sadar dan mau memperbaiki diri untuk giat bekerja.Tetapi hanya mengeluh,kurang bersyukur dan maas-malasan saja perangainya.”

“Dan dari gambaran-gambaran itu nampaklah bahwa manusia harus naik kelas alias naik tingkat dalam pencarian kebahagiaan yang abadi yakni kebahagiaan cinta sang ilahi.Seperti ucapan innalillahi wa innailaihi roji’un bahwa apapun dirimu dan pekerjaanmu maka kamu akan kembali kepada Tuhan maka carilah Tuhan dengan semangatmu yang menggebu-gebu dengan iman dan taqwa yang dipupuk terus menerus.”

 

Sarpin dan Saimun memang paham maksud gurunya tentang gambaran-gambaran manusia,tetapi mereka belum mengerti jalan cerita dari sekawanan itu.Dan siapa simurgh itu mereka juga gagal paham.

“Mbah Kyai.Itu kesimpulannya.tetapi jalan cerita sekawanan burung itu gimana ya? Kami penasaran kyai?” Tanya saimun

“Besok akan saya ceritakan.Yang penting gambaran-gambaran itu harus kalian ingat.Karena melalui gambaran-gambaran itu dan juga perjalanan lembah itu kalian akan memahami cerita yang akan saya terangkan besok? Jawab Kyai Sengkelat

“Baik,Kyai.” Jawab Sarpin dan Saimun bersama-sama.

Mereka menunggu cerita itu dan mempelajari dengan matang-matang tentang perjalanan lembah dan gambaran-gambaran dari tipe burung itu.

Iklan

4 thoughts on “Kisah Sarpin & Saimun Part 25 : Musyawarah Para Burung 

  1. Waaa musyawarah para burung 😃 selalu suka dengan cerita ini.

    Suka ungkapan :
    Mencintai adalah mengorbankan kesenangan yang mencolok mata dan kehidupan biasa.

    Tapi masih gagal paha maksudnya. Gimana ya? 😁

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s