Surat Warisan Kegagalan

oleh : Aamir Darwis

 

Namaku Malin.Bukan Malin Kundang anak durhaka itu.Tetapi sedari kecil ya itu nama panggilanku.Sebenarnya namaku adalah Ahmad Syafi’i,gara-gara pernah main teater-teateran waktu kecil dulu aku berperan menjadi Malin Kundang.Sehingga sampai dewasa aku lebih akrab dipanggil dengan nama itu.

Banyak orang mewarisi anak-anaknya kelak dengan harta benda entah itu uang,tanah,properti dan lain sebagainya.Namun aku tidak terlalu memikirkan akan hal itu,Aku adalah pemuda umur 26 tahun yang mengidap penyakit leukemia.Dan aku didiagnosis dokter bertahan 1 bulan lagi.Apa aku terlihat sedih ? Jangan tanya hal itu,sudah tak terhitung lagi bagaimana sedih ini ku gambarkan.

Aku hanya ingin mewarisi kenangan-kenangan kegagalan.Kenangan kegagalan ? benar sekali,aku berharap semoga yang membaca surat ku ini.Bisa mengerti dan akhirnya mau berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.Tak usah jauh-jauh,berguna bagi keluarga itu sungguh sesuatu yang luar biasa.

Aku akan bercerita kenangan-kenangan kegagalanku yang indah itu…

“Saat aku bersekolah di bangku SD,aku termasuk pribadi yang lumayan cerdas.Bukan GR.Tetapi prestasi juara 1 sebagai bukti bahwa aku termasuk anak berprestasi.Dan momen pengambilan raport adalah momen paling membuatku bahagia.Karena saat itu untuk pertama kalinya aku bisa membuat orangtuaku bangga padaku.Dan aku harap kalian semua yang membaca suratku ini seperti itu.Menjadi anak yang berprestasi,entah apa itu kegiatannya asal positif jadilah orang yang berprestasi dan membanggakan orang tuamu.Selagi orangtuamu masih hidup,bahagiakan mereka.Tak usah terlalu muluk,apa yang kamu bisa lakukan maka lakukan demi orang tuamu tercinta.Aku juga memiliki bestfriend saat itu,bukan pacar tetapi bestfriend.Anak orang kaya tetapi sangat baik padaku.Pas kecil dulu semua teman sekelas sudah biasa hina-hinaan (entah itu bapaknya ; dulu menghina bapak jadi tren padahal ini jelas tidak baik tetapi apa mau dikata itulah yang terjadi) tetapi aku dengan dia.Namanya Teguh.Aku dengan Teguh tak pernah sama sekali melakukan hal buruk itu kami bermain bersama.Dan itu salah satu momen terbaik didalam hidupku.Mandi di sungai bersama teman-teman, pas selesai badan jentolan semua tetapi tetap senang dan asyik,Main gopak sodor,dan lain-lainnya.Tak bisa aku sebutkan disini karena kenangan waktu kecil saat bermain sangat banyak.Dan itu sungguh mengasyikan.Entah apa yang dinikmati anak-anak sekarang yang hanya main gadget saja.Dan itu menurutku sangat tidak mengasyikan.Namun itulah yang terjadi,zaman sudah semakin canggih tetapi permainan semakin indifidual.Dulu jaman memang ndeso tetapi permainannya sungguh mengasyikan.Aku hanya memberi saran buat teman-teman yang sudah mempunyai anak,agar jangan terlalu membuat anak main gadget terus sering ajak keluar ruangan.Supaya bermain bersama teman-teman yang lain”

“Bicara sekolah tidak bicara cinta itu sama saja bohong.Hah cinta? Anak SD sudah cinta-cintaan? Tepatnya mungkin bukan cinta hanya sekedar mengagumi.Dulu teman perempuanku hanya ada lima dan yang paling cantik namanya adalah Susi.Matanya biru tak seperti mata orang Indonesia umumnya,jika tersenyum… beuuuhhhh… sangat indah dan menetramkan hati,setidaknya itu yang aku rasakan dulu.Hanya cinta monyet.Tetapi walau cinta monyet aku sudah membuat 100 puisi cinta untuknya dan satupun tak pernah kuperlihatkan kepadanya.Sampai dewasa dan kamipun berpisah.Menyesalkah? yah sangat menyesal,dulu aku berpandangan bahwa tak pantaslah diriku yang miskin ini jelek ini memiliki gadis secantik Susi.Bapaknya Lurah Kampung dan Ibunya Guru TK.Pikiran itu yang terus aku fikirkan padahal mungkin Susi tak pernah memikirkan itu.Aku pun menduga sebenarnya Susi cinta denganku,terlihat jelas dengan senyumannya yang lain sorot matanya yang mengharap sebuah kata-kata cinta.Tetapi dasar aku pengecut! Aku hanya membiarkan senyumannya saja tak pernah sedikitpun aku merespon hal itu.Sungguh aku menyesal akan hal itu.Susi adalah orang pertama yang membuat jantungku berdebar-debar saat bertemu dengannya , serasa angin dan waktu menjadi pelan jika aku berpapasan dengannya. Apakah itu cinta? Sudah sangat-sangat terlambat untuk berbicara itu.Semua hanya menjadi kenangan-kenangan manis yang kini sudah pahit bahkan getir.Susi sudah dipinang Aston.Anak Pedagang Beras dan termasuk orang terkemuka di desaku.Jika mengingat saat-saat bersamanya,rasanya ingin menangis,ingin berteriak keras sampai fikiran kenangan itu benar-benar bisa hilang dikepalaku ini.Aku dan Susi pernah mewakili sekolahku untuk lomba cerdas cermat.Aku juara dan Susi tidak juara.Ini bukan juaranya,tetapi momen kebersamaan dengannya menjadi momen yang paling sulit aku lupakan.Tawa canda bersama di mobil kala itu masih jelas di benakku.Susi juga pernah menjadi mayoret di sekolahan.Anggun,jelita,mempesona dan luar biasa.kata-kata itu yang aku ucapkan jika menggambarkan sosok dirinya.Namun sampai saat ini detik ini,aku masih menyimpan rapat-rapat 100 puisi itu,masih menyimpan perasaan cintaku ini sehingga akupun didahului yang lain.Yang berani mengungkapkan perasaanya,inilah warisan kegagalanku.Warisan kesedihanku.Bagi teman-teman yang mencintai seseorang,janganlah disimpan dalam hati.Apapun alasannya itu,ungkapkanlah.Atau kau akan menyesal dikemudian hari sepertiku,kuharap itu tak terjadi lagi wahai pembaca surat warisanku yang lusuh ini.”

“Menginjak sekolah di SMP.Sungguh aku tak mau menceritakan hal ini.Tetapi karena ini warisan kegagalan maka harus aku tulis.Barang satu sampai sepuluh larik baris.Aku berpisah sekolah dengan Susi.Dan ini adalah akhir cerita cintaku.Semua sudah tamat.Susi sekolah di SMP 5,aku sekolah di SMP 2.Dan di sekolah inilah,pengalaman pahitku ada.Kalian pernah dibully? Kalian pernah merasa terasingkan saat sekolah,jika kebanyakan anak canda tawa senang bisa bermain bersama teman yang baik.Aku ditakdirkan memiliki teman yang bajingan.Hampir setiap hari aku dibully,dikerjain aahhh! Anjing! Aku ingin marah jika mengingat masa-masa itu.Aku bahkan pernah berniat pindah sekolah tetapi karena pertimbangan ekonomi orang tua.Aku rela bertahan.3 tahun lamanya aku menangung sakit batin.Dipermalukan,dibully.Tak ada yang pantas aku rasakan bahagia kecuali gadis itu.Namanya Santi.Cantik memang,jika tidak ada dia,entahlah tak ada cerita manis yang bisa menghiasi masa-masa itu.Walau begitu aku hanya menganggapnya teman karena saat itu cintaku masih terpaut dan terhujam hanya Susi seorang.Walau aku tahu mendapatkan cintanya sudah tak mungkin lagi.Aku titipkan semangatku yang masih sedikit ini untuk pembaca warisan kegagalanku ini.Jika kamu dibully,jangan berdiam diri dan menyerah.Laporkan itu kepada gurumu atau orangtuamu.Dan jika kamu tak mampu menahannya maka berpindahlah.Sekolah tak patas kamu isi dengan tangisan-tangisan tiap hari.Sekolah harus kamu isi dengan tawa canda bersama teman-teman terbaikmu.”

“Menginjak SMA.Inilah momen dimana rasa pertemanan dan rasa mempunyai teman itu sangat penting.Bersyukur,aku memiliki banyak teman-teman yang baik,ramah dan kompak banget.Hingga kini kami sering reunion bareng,aku tak mau mengambarkan penyakitku ini takut mereka sedih dan kaget.Tetapi memang teman-temanku SMA adalah yang terbaik.Bukan yang lain gak baik tetapi mereka yang paling baik.Aku juga memiliki teman-teman yang paling baik bahkan bestfriend sepanjang masa,Namanya Geng Lima.teman-teman saat mengaji dulu,mereka yang paling berkesan sepanjang hidupku yang kini menginjak umur 27 tahun.Entahlah..akankah sampai umurku di angka itu….Aku menitipkan warisan kegagalan ini kepadamu,saat-saat SMA perbanyaklah mencari teman,jangan terpaku pada teman kelas saja,mengikuti kegiatan ekstakulikuler seperti OSIS,pramuka,PMR atau yang lainnya.Bisa menjadi kenangan yang berkesan dihidupmu.Semakin banyak teman juga mempermudahkan kita berbagi informasi pekerjaan dan ilmu.Semakin banyak teman kita juga mudah mencari bantuan,dukungan ataupun curhat.Sebagai anak SMA ingusan sungguh aku gagal akan hal ini.Temanku sedikit dan itu sangat-sangat menyesal.Tidak ikut ekstra,bisa dibilang sekolah hanya sebatas sekolah saja.Dan ini rugi besar yang sekarang aku rasakan.Teman sedikit,pacar gak ada,penyakitan pula.. AH… Shit!”

Mungkin hanya itu yang bisa aku tulis di warisan kegagalan ini,aku sungguh tak menyesal hidup di dunia ini,pesanku kepada ibu-bapak :

‘Bu maafkan anakmu yang nakal ini,yang hanya bisa merepotkan ibu,yang hanya menyusahkan ibu,tetapi dari lubuk hati paling dalam,aku sangat-sangat berterima kasih,aku sangat-sangat mencintai ibu’

(Air mata pun menetes di surat warisan itu,sepertinya Malin tak bisa menahan betapa sedihnya bahwa ia harus meninggalkan ibunya yang paling ia cintai)

 

‘Bapak,makasih banyak atas didikanmu selama ini.Aku bisa tegar dan kuat sampai sejauh ini berkat motivasi dari bapak,terimakasih juga bapak telah mengajarkan aku mengaji sehingga aku tidak gaptek ilmu agama,itu sungguh karunia yang besar,pak.Maafkan Malin ya,jika belum bisa membahagiakan bapak dan juga ibu.Terima kasih atas jutaan cinta yang aku terima dari kalian.I love you forever’

 

(Surat itupun dilipat dan siap menjadi warisan kegagalan yang semoga tidak membuat kita gagal melangkah lagi,terima kasih Malin.Surat warisan kegagalanmu akan kami simpan dan akan kami pelajari dengan baik)

 

Iklan

4 thoughts on “Surat Warisan Kegagalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s