Kisah Sarpin & Saimun Part 27 : Jurang Cinta

oleh : Aamir Darwis

Sarpin yang hari ini punya jadwal untuk bersih-bersih rumah terpaksa harus jaga dan mbersihi gubuknya Simbah Kyai.Dari menyapu lahan depan yang berserakan banyak daun-daun yang jatuh,belum kotoran-kotoran dari ayam peliharaan pak Kyai yang kadang-kadang semau sendiri buang hajatnya,Pak Kyai Sengkelat mempunyai 5 ayam jenis cemani.Ayam yang menurut orang-orang punya daya mejik bisa menyembuhkan tetapi padahal ayam ya tetap saja ayam,yang menyembuhkan adalah Allah sedangkan sang ayam mungkin sekedar perantara saja.Belum lagi membetulkan atap yang bocor,walau hanya gubuk kecil.Rumah mungil itu memiliki atap genteng khas Kebumen yang padahal jarak dari kebumen ke Warudoyong seperti dunia nyata dengan dunia imaji.Tak ada titik temu dan hamparan filosofinya.

Mbah Kyai Sengkelat malah pergi jalan-jalan dengan Saimun,entah apa yang akan diajarkan tetapi hal itu sedikit membuat Sarpin tampak iri.Walau nanti juga akan gantian juga,saat Saimun jadwal bersih-bersih.

Sarpin memang tekun dan bersihan orangnya,lahan depan yang tadi banyak dedaunan berserakan kini menjadi tampak bersih dan enak dipandang.Terlihat bersih dan nyaman walau itu hanya sekedar gubug.Memang nyaman dan aman lebih menyenangkan daripada punya Rumah yang mewah tetapi tidak nyaman apalagi jika tidak aman.Tak terasa mewahnya.

Setelah beres-beres gubug rampung,Sarpin teringat teman saat kecil dulu.Saat ia masih di dalam Keraton Kerajaan.Namanya Raden Ajeng Ayuwardani.Orangnya cantik,kepribadiannya baik,bisa dibilang cewek idamannya Sarpin.

Karena teringat akan cinta,Sarpin tertarik mencari pembelajaran cinta di AlQur’an.Di dalam proses menjadi hamba,cinta dan tunduk patuh sangatlah penting dan utama.Takwa merupakan landasan wajib sedangkan mahabah adalah landasan batin yang bisa digolong juga perkara yang penting.

Sarpin mencari dan mengamati ayat-ayat yang berarti cinta.Apa yang bisa dipelajari? Setidaknya itu yang bisa Sarpin lakukan.Tentunya bukan seperti ahli tafsir yang harus mendetail pencariannya.Hanya modal pencarian saja.

Ia pun membuka dan mengamati ayat-ayat tentang cinta..

Setelah cukup lama diamati maka iapun menyimpulkan pendapatnya.

“Kata ‘cinta’ di AlQur’an ada 32 kata.Aku mengambil yang paling depan dan paling akhir.Tetapi sayangnya cinta disana malah menjurus ke Syirik.Ayat yang paling awal di surat Al Baqarah ayat 93

‘Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) diatasmu (seraya berfirman),pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah! Mereka menjawab : Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati’.Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka.Katakanlah,sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu jika kamu orang-orang beriman!’

Jika melihat fenomena-fenomena sekarang,sudah banyak bahkan membludak.Orang-orang men-share atau memposting di media sosial tentang ayat-ayat AlQur’an dan Hadits,sudah banyak kajian di internet,ilmu sudah dibuka sedemikian lebar.Tetapi mengapa seperti jalan ditempat? Ilmu memang sudah dibuka bahkan mencari informasi apapun kini hanya tinggal klik maka ketemu tetapi ada yang kurang.Pengamalan dan ketawaduan.Orang-orang pesantren yang mengaji langsung ke Guru,menimba ilmu bertahun-tahun di Pondok akan mendapatkan ilmu dan juga mental untuk tawadu mental untuk bisa menerima dengan lengkap pokok-pokok ilmu itu.Namun bukan berarti mengkaji di internet atau membaca kajian di medsos itu tidak boleh.Boleh saja tetapi kelengkapan ilmu jelas ada di ,yang mengkaji secara lengkap di pondok.Fenomena-fenomena pengkafiran dan penyesatan para pengkaji ilmu di internet, dipondok yang mengaji bertahun-tahun oleh orang-orang yang hanya menonton video yang paling banter berdurasi 3 jam,jelas akibat kurang lengkapnya nafas ilmu sendiri.Ilmu di internet hanya menyodorkan ayat tetapi ilmu di pondok pesantren menyodorkan paket lengkap yakni ayat dan pengamalan ayat.

Kecintaan kepada patung-patung dengan niatan menyembah patung merupakan kesyirikan.Dan memang penyakit syirik bisa menggoyahkan iman.Tetapi syirik tak terletak pada bendanya.Patung,kemenyan,keris,pedang,jimat dan semacamnya.Tidak termasuk syirik jika hanya dilihat sekedar benda saja.Patung hanya patung,keris hanyalah keris,dan seterusnya.Tetapi berubah menjadi syirik manakala ada niatan mempercayai kekuatan selain Allah,patung bisa memberi keselamatan,keris bisa mendatangkan rezeki.Niatan semacam ini yang membuat orang berlaku syirik.

Namun kebanyakan dari kita malah melihat bendanya dahulu bukan niatannya.Patung tidaklah syirik jika hanya difikir sekedar patung,begitu pula keris,pedang,dan semacamnya.

Dan ayat ‘cinta’ terakhir ada di surat Al Adiyat ayat 8 :

“Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan”

Lagi-lagi cinta yang menjurus ke jurang Neraka.Manusia jaman modern bisa dibilang manusia yang melimpah ruah kebutuhan bendanya.Mengejar harta benda sampai mati-matian bahkan tidak jarang berperilaku curang kepada orang lain.Cinta manusia kepada harta dengan berlebihan-lebihan,bisa melupakan kampung halaman yang sejati yakni akherat.Lupa akherat dan sibuk menumpuk harta.Padahal hartanya tidak dibawa mati.Bukan bermaksud menolak harta benda,tetapi lebih mengutamakan dunia dan harta daripada akherat memang menjadi tren kebanyakan orang.Cinta semacam ini jelas cinta yang membutakan.Cinta yang fatamorgana.

Sarpinpun termenung fikirannya membayangkan fenomena-fenomena manusia modern.Yang mengorientasi hidupnya cuma uang dan bahkan tanpa sadar mereka telah menuhankan uang.Tanpa harus menyembah uang mereka sudah terperdaya dan menyembah secara tidak sadar dengan uang.

Iklan

2 thoughts on “Kisah Sarpin & Saimun Part 27 : Jurang Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s