Romantika Kopi Bajingan 2

oleh : Aamir Darwis

Pak Kumis,Amar,Aman dan Slendem berembug kembali.Setelah seharian sibuk di sawahnya masing-masing untuk bercocok tanam.Musim tandur kini agak kacau karena kondisi cuaca yang tidak menentu.Kadang hujan,kadang panas.Tiba-tiba hujan,tiba-tiba panas.

Namun cuaca yang tidak menentu itu,tidak menyurutkan tekad mereka untuk bercocok tanam.Prinsipnya sing penting wani ( yang penting berani ) dan lillahita’ala.Berhasil atau gagal itu urusan nanti yang penting usaha dulu.

“Nak Slendem,Pak Amar & Pak Aman gimana kalau malam ini kita diskusi di rumah saya.Anak saya ( Toni ) kemarin nganco dapat ikan lumayan banyak.Tetapi sayangnya,masih ada saja yang menggunakan obat untuk mencari ikan.Ini jelas tidak baik.Karena bisa membunuh seluruh habitat ikan.” Kata Pak Kumis

“Bisa-bisa pak.Saya lagi ngidam ikan.heuheuheu.Katanya kandungan ikan itu bisa mencerdaskan otak.” Jawab Slendem

Yang lainnya pun setuju dan sepakat bahwa rembug dilaksanakan di kediaman Pak Kumis yang nama aslinya adalah Pak Tohir.

Diskusipun dimulai…

“Sekarang para koruptor mulai berani melawan.Baru-baru ini Pak Novel B disiram air keras saat kepulangan dari masjid usai menunaikan sholat subuh.Ini kejahatan yang tak berperikemanusiaan karena sasarannya adalah penyidik KPK yang nyatanya terang-terangan ingin menangkap maling rakyat itu.Tujuannya untuk melemahkan KPK.ini kan deklarasi perang” Ucap Pak Aman

“Berita itu langsung booming,semua pihak ikut bereaksi.Politisi-politisi juga ikut mengecam tetapi tak perlu senang karena mereka hanya mengecam saja.Bisa jadi di dalam hati mereka senang.Kecaman dari elit politisi hanyalah retorika kepalsuan belaka karena mereka tidak mewujudkan aksi pergerakan untuk melawan hal itu.” Pak Kumis dengan paparannya

“lihat saja,jika koruptor bajingan itu di  pengadilan.Berpura-pura dengan wajah memelas padahal sudah jelas mereka itu anjing.Bahkan koruptor itu lebih hina dari anjing.Anjing bisa masuk surga contohnya Anjingnya Ashabul Kahfi tetapi anjing seperti mereka ini.Yang berpakaian rapi dan necis ini,sungguh menyebalkan! ” Kata Slendem berapi-api dan marahnya

“Sabar.. Sabar.. Nak Slendem.Jihad melawan maling rakyat memang jihad yang besar sehingga pengorbanan pun besar.Karena musuhnya adalah politisi elit di negeri ini.Yang dibutuhkan KPK adalah dukungan dari rakyat sepenuhnya.Bukan dukungan angin-anginan yang artinya didukung jika lagi ada kasus besar saja.Para mahasiswa juga harus militan seperti era reformasi dulu.Jangan menjadi mahasiswa yang gila dengan kenecisan.” Pak Aman mencoba menenangkan Slendem

Pak Amar sehabis menyeruput kopi hitam langsung nimbrung kembali.

“Untuk melawan koruptor & kroni-kroninya memang perjuangan yang besar.Semua harus urun rembug.Rakyat harus mendo’akan & mendukung penuh KPK.Orang-orang yang baik dan mempunyai akhlak yang baik juga harus ada yang berani masuk dunia politik.Sebagai perlawanan para dewan yang korup.Dewan harus secara perlahan-lahan diisi oleh orang yang baik karena pintar saja tidak cukup.”

“Bila perlu dibuat semacam MUSIUM KORUPTOR yang disana terpampang wajah-wajah maling rakyat itu.Dan pengunjung diberi kesempatan untuk meluapkan kekesalannya dengan koruptor.Bisa dengan melempari wajah koruptor dengan telur ataupun tomat.Hal ini penting agar rakyat semakin membenci koruptor.” 

“Bila perlu ada AKSI BELA RAKYAT yang jumlahnya membludak seperti aksi bela-belaan yang sudah-sudah.Rakyat harus bersatu padu dan mengumandangkan perang kepada maling rakyat alias koruptor bajingan.”

Tiba-tiba Pak Kumis ikut nimbrung lagi,

“Saya berpendapat begini,Jika ingin mengunjungi seseorang di lokasi A maka kita tak perlu mencarinya di lokasi B.Artinya jika ingin melemahkan Koruptor maka orasi atau dakwah yang paling efektif langsung di tempat yang menjadi sarangnya koruptor.Misalnya Gedung DPR.Jadi sasarannya tepat dan mengena.Bila perlu dilakukan semacam dakwah ataupun sholawatan di tempat itu secara rutin.Diharapkan hati koruptor bisa mencair dan luluh sehingga tidak jadi melakukan koruptor.Syukur-syukur mereka bisa bertaubat.Untuk melakukan kegiatan ini tidak perlu memakai anggaran.Cukup inisiatif dan iuran rakyat saja.”

Diskusipun diakhiri dengan menyantap ikan.Kopi bajingan pun diseruput.Nikmat sekali.Semoga koruptor dapat hilang dibumi Indonesia ini.Pertanyaannya,apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia dan KPK ? Semoga semakin banyak pemuda-pemudi yang militan dan siap berjuang membela bangsanya dari rongrongan koruptor bajingan.

Iklan

4 thoughts on “Romantika Kopi Bajingan 2

  1. Kisah yang apik dan sarat akan nilai. Terima kasih atas tulisannya.
    Korupsi memang bukan hal yang mudah untuk dihilangkan dari wajah Ibu pertiwi ini, apalagi ada yang mengatakan bahwa ini sudah menjadi “budaya”. Sedih rasanya. Saran untuk melakukan transpransi keuangan mulai dari pemasukan hingga pengeluaran adalah salah satu usulan yang patut untuk dipertimbangkan. Sebagai generasi muda, mungkin kita bisa mulai dari hal-hal yang kecil, contohnya adalah dengan menyerukan suara kita melalui tulisan-tulisan ini. Silahkan untuk ditambah lagi contoh-contoh selanjutnya.

    Salam.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s