Politik Uang Menuju Politik Koruptor

oleh : Aamir Darwis

Sampai saat ini koruptor-koruptor terus saja disalahkan dan digunjing.Penghancur bangsa! perusak bangsa! dan ungkapan-ungkapan miris lainnya.Hingga rakyat rela berbondong-bondong menuntut koruptor dipenjara dan diadili.

Bukan berarti saya mendukung koruptor tapi setidaknya kita berfikir siapa sih yang menjadikan koruptor itu merajalela? siapasih yang menjadikan koruptor sehingga ia bisa berbuat korup??

Mari kita cari jawabannya.Jika kita telisik dari pemilu atau pemilihan-pemilihan lainnya,politik uang (money politic) yang dilakukan oleh para calon/kandidat terus saja mengalir dan terbukti manjur mengambil hati rakyat.Hingga ada yang menyebut waktu pemilu,waktu beredarnya uang panas.

Jika kita cinta terhadap indonesia dan merasa benci dengan koruptor seharusnya menolak dengan tegas politik uang.Tetapi kenyataan dilapangan,banyak yang menerima daripada yang menolak.

Wahai temanku,wahai rakyat indonesia,dengarkanlah! Seandainya kamu menerima suap,apa akan merubah hidupmu? apa menjadikan kamu kaya? jawabnya jelas,TIDAK! uang itu hanya akan membuatmu senang sesaat.Tetapi bagaimana dengan mereka yang membagikan suap?? mereka akan kaya dengan cepat,memperoleh kedudukan dan menguasai pemerintahan.

jika seperti ini apa yang diharapkan dari pemerintah?? sudah barang tentu,mereka akan berusaha mengembalikan modal dan bila perlu untung.
Dengan terpilihnya koruptor/penyuap tentu akan bermunculan tikus-tikus kecil karena mereka, jika tidak diberi bisa meraung membongkar rahasia.Begitulah seterusnya hingga negeri ini dipenuhi pemimpin-pemimpin yang busuk.Inilah awal dari terciptanya koruptor.

Siapa yang harus disalahkan jika seperti ini? ibarat nasi sudah menjadi bubur,kita semua salah.

Bukan orang lain yang mengubah Indonesia,tapi diri kitalah yang harus mengubahnya.mulailah dari diri sendiri untuk indonesia yang lebih baik.
#esai2011 #repost 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s