Pusing Kepala Babeh

oleh : Aamir Darwis

Alangkah bahagianya Parwoto,ijin pulang kampung untuk menemui sanak keluarga diberikan ijin oleh Lurah Pondok.Parwoto yang sudah dua tahun tidak pulang kampung meninggalkan rumahnya untuk mondok di pondok pesantren akhirnya bisa bernafas lega karena ijinnya disetujui oleh Lurah Pondok.Ditambah bersyukur lagi karena Abah Kyai juga mengizinkan dan merestui.

Perjalanan dari pondok ke kampungnya memakan waktu 9 jam jika menggunakan jalur bus karenanya ia memakai transportasi kereta api guna mempersingkat waktu yakni hanya 5 jam.Mengapa diberinama kereta api? Bukan kereta rel karena sekarang kan memakai diesel atau listrik ? Mungkin karena jaman dulu kereta api memakai bahan bakar batubara sehingga penyebutannya kereta api.Teknologinya berubah tetapi namanya tidak berubah tetap saja naik kereta api tut.tut.. tut.. Pikir Parwoto.

5 jam berlalu..

Sampailah Parwoto di Kota kelahirannya yakni Jakarta.Baru turun dari sepur (kereta api/kereta rel) ia langsung dikerumuni para ojek dadakan.Mereka memanfaatkan momentum itu untuk mencari rejeki,Parwoto tak berfikir panjang.Ia langsung minta salah satu ojek itu untuk mengantarnya.Bagi-bagi rejeki ke tukang ojeklah.Pikir Parwoto.

Diantar Parwoto sampai rumahnya..

Setelah membayar jasa tukang ojek iapun langsung bergegas masuk rumah.

Assalamu’alaikum..

Ia langsung disambut orangtuanya.Bahagia tampak pada wajah kedua orangtua walau Parwoto Nampak kaget.Bapaknya ditempeli salonpas dikepalanya,ibunya bau balsam.Apakah mereka sakit? Dengan cepat Parwoto menanyakan kondisi kedua orangtuanya itu.

Dijelaskan bahwa memang orangtuanya sedang sakit.Bapaknya sakit kepala dengan pilek dan juga batuk.Ibunya sakit gigi ditambah masuk angin.Memang sakit biasa,tetapi tetap saja membuat Parwoto cemas dan gundah gulana.

“Beh,besok berobat ye.. Enyak juga..Besok Parwoto yang nganterin” Pinta Parwoto

Kedua orangtuanya menyanggupi.

Gara-gara orangtuanya sakit,Ia jadi ingat pelajaran waktu mondok dahulu.Pernah diajarkan ayat penyembuh yakni ayat-ayat Alqur’an yang mengandung makna penyembuhan.

Disamping berobat lewat dokter,ia juga mencoba berobat dengan Alqur’an.Orangtuanya diajari ayat-ayat syifa yang ternyata berjumlah 6 ayat itu.

1. Surat at-Taubat ayat 14 :

ﻭَﻳَﺸْﻒِ ﺻُﺪُﻭﺭَ ﻗَﻮْﻡٍ ﻣُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“(Allah) akan melegakan hati orang-orang yang beriman.”

2. Surat Yunus ayat 57 :

ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻟِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭﺭ

“Penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada..”

3. Surat an-Nahl ayat 69 :

ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦْ ﺑُﻄُﻮﻧِﻬَﺎ ﺷَﺮَﺍﺏٌ ﻣُﺨْﺘَﻠِﻒٌ ﺃَﻟْﻮَﺍﻧُﻪُ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”

4. Surat al-Isra` ayat 82 :

ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦ

“Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

5. Surat Asy-Syu`ara ayat 80 :

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮِﺿْﺖُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺸْﻔِﻴﻦ

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”

6. Surat Fusshilat ayat 44 :

ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀ

“Katakanlah: “Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin.”

Menurut Ustadz di Pondok, mengutip ucapan Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi, ayat-ayat tersebut ditulis, lalu diletakkan di sebuah wadah yang bersih, kemudian dituangkan air dan diminum. Al-Qusyairi mengatakan, bahwa setelah ia melakukan langkah ini, ia sehat seperti sedia kala, seolah baru terlepas dari ikatan yang melilit tubuhnya.

Wallahu A`lam bis Shawaab

Iklan

2 thoughts on “Pusing Kepala Babeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s