Mampukah Kita Melawan 9 NAGA ?

oleh : Aamir Darwis

Jika kita berbicara tentang 9 NAGA maka akan banyak argumen-argumen yang menjelaskan tentang itu baik pro atau kontra.Baik percaya adanya atau hanya sebuah cerita mulut saja.Namun yang pasti dan fakta tak terbantahkan yakni bahwa segala sendi ekonomi di Indonesia memang dikuasai oleh asing.Bahwa segala aspek ekonomi ataupun aspek lain yang bisa diekonomikan itu sudah dikuasai oleh asing.Atau jika tidak maka dikuasai yang berpihak pada asing.

Dilihat dari kacamata ekonomi negara maka segala aspek didalamnya menyangkut semua hal itu.Dari pertanian,peternakan,industri,perbankan,asuransi,sumber daya alam dan sumber daya manusia.Kita patut bersedih karena pemilik dari semua itu adalah mayoritas asing.Kita sebut saja 9 NAGA.Terlepas dari kontroversi ada tidaknya.

Dengan segala adidaya dan adikuasanya,kita harus jujur bahwa nyaris tak mungkin mengalahkan mereka.Setidaknya kita berharap bahwa ekonomi kita itu dikuasai oleh bangsa sendiri.Ada atau tidak adanya 9 NAGA,Indonesia yang katanya merdeka harus jujur sejujur-jujurnya bahwa ekonomi kita masih dikuasai asing.Kalaupun dikuasai pihak Indonesia itupun lagi-lagi adalah antek asing.

Yang bisa kita lakukan adalah membaca alur dari pergerakan mereka.Seperti kita tahu,menguasai sebuah negara tak harus dengan menghancurkan dengan perang,cukup dengan menguasai segala sektor ekonominya maka negara itu sudah terjajah.Tak harus dengan mengangkat senjata ataupun menjatuhkan bom nuklir,dengan menguasai aspek-aspek terpenting sebuah negara maka negara itu sudah terkuasai.

Jika dilihat dari aspek besar maka ada 3 pokok peletak dasar kekuatan ekonomi : sumber daya alam,industri dan perbankan.Jika menguasai hal ini maka negara hanya akan menjadi boneka saja.Jika kita pikir secara teoritis ketiganya sudah diambil asing.Cina dan Jepang berebut perbankan serta industri di Indonesia.Dan Amerika yang masih menjadi raja sumberdaya alam di Indonesia.Misalnya saja Freeport.

Simbol kapitalis dunia adalah IMF.Bank paling bertanggungjawab sebagai ketua kapitalisme di dunia.Tidak usah berangan-angan terlalu jauh untuk mengalahkan IMF dan amerikanya,kita ambil strategi perang di kita saja dahulu.Pokok yang paling penting adalah apapun jenis ekonominya yang menang haruslah bangsa Indonesia.Bukan asing ataupun antek asing.

Dari Sumber daya alam,kita harus menerima kenyataan bahwa Sumberdaya alam kita yang besar ini hanya dikuasai oleh segelintir orang saja.Ironisnya malahan orang tersebut adalah orang asing.Kalaupun bukan asing,dia orang Indonesia yang berpura-pura jadi Indonesia.Dan 9 NAGA bergerak di dalam hal itu.Untuk mengembalikan sumberdaya alam kita,diperlukan seluruh kekuatan rakyat.Artinya semua rakyat harus bersatu padu menyerukan bahwa sumber daya alam itu harus dimiliki rakyat Indonesia.Sumberdaya alam tidak boleh dengan kepemilikan segelintir orang tetapi sumberdaya alam itu harus dimiliki seluruh rakyat Indonesia.Misalnya Freeport,untuk mendapatkan semua hal itu maka kepemilikan tidaklah boleh atas nama Freeport amerika ataupun negara Indonesia tetapi harus dengan atas nama seluruh bangsa Indonesia.Keuntungannya dibagi kepada seluruh rakyat Indonesia.Apakah ini bisa? Jika semua rakyat bersatu,penulis yakin ini akan bisa.Rakyat Indonesia harus terus diajari kesadaran bahwa alamnya dan sumber dayanya sedang jadi bahan perebutan asing maka kita harus bersama-sama maju untuk memiliki sumberdaya alam kita itu yang sedang dicuri.

Namun untuk menyadarkan akan hal itu keseluruh rakyat tidaklah sesingkat tulisan ini,ia membutuhkan waktu yang lama.Jalan yang mudah untuk diambil rakyat Indonesia adalah menjaga hartanya ataupun uangnya supaya tak terlalu tersentuh asing.Misalnya hanya membeli produk Indonesia,membeli hanya pada sesama orang Indonesia,barter sesama bangsa Indonesia.Sehingga uang ataupun harta yang dikeluarkan masih dikantong orang Indonesia juga.Pertanyaannya,mampukah pengusaha Indonesia mau mengembangkan produknya untuk bersaing melawan produk-produk asing.Sementara produk asing nyatanya lebih maju ataupun lebih teknologis.Misalnya saja pertokoan,mampukah orang Indonesia menyaingi mol-mol ataupun swalayan asing yang nyatanya lebih menawarkan kelengkapan,kenyamanan berbelanja dan kemudahan bertransaksi.Kita lihat saja disekitar kita,toko-toko kita harus bersaing dengan indom**t ataupun alfam**t? Sebuah persaingan yang nyatanya harus membuat pengusaha kita naik kelas.Setidaknya kita harus mengambil ilmu dari hal itu.pertokoan Indonesia harus menawarkan kelengkapan,kenyamanan berbelanja dan kemudahan bertansaksi.

Dari industri,kita harus menelan pil pahit.Meskipun karyawan-karyawan bank adalah orang Indonesia tetapi tampuk kekuasaan bank itu adalah pihak asing.Sistem konvensional yang membuat manajemen bisnis dari adanya jenjang karir,pangkat dan pemimpin adalah sistem tak lagi membuat adanya kesejahteraan secara menyeluruh.Para pemimpin masih saja kaya raya walau hanya duduk-duduk manis saja,pangkat yang tinggi masih saja naik gaji walaupun pihak pekerja demo naik gaji.pangkat yang tinggi,katakanlah leader,foreman,supervisor,asmen dan keatasnya tetap saja ikut naik gaji,padahal mereka malah menentang demo.Karena mungkin mereka pro perusahannya.Kita tidak akan berdebat antara ini,antara kapitalis kecil sesama bangsa sendiri sesama rakyat Indonesia sendiri.Kita menilai itu hanyalah persaingan pekerjaan saja.Kita tidak akan membahas akan hal itu,tetapi kita hanya mengambil yang paling tinggi yakni yang mempunyai perusahaan ataupun perbankan itu.Selama kepemilikan hanya milik segelintir orang maka hanya akan membuat kesenjangan yang paling jauh.Yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin.Penulis menawarkan sistem yang menghendaki kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.Sistemnya mirip MLM tetapi sudah termodifikasi.Jika MLM yang kita kenal adalah yang paling pertama mendaftar dialah yang paling untung maka disistem ini,semua rakyat haruslah ikut menikmati.Artinya semua karyawan memiliki hak yang sama mengembangkan dirinya,mengembangkan timnya.Jika di sistem konvensional kapitalis yang berjenjang itu hanya ada satu rule saja yakni operator,leader,foreman,dan keatasnya.Di sistem ini semua memiliki hak yang sama mengembangkan kekuatannya.Sistem konvensional yang terpaku pada satu rule hanya akan  menguntungkan pangkat atasnya jika yang dibawah rajin dan semangat bekerja.Tidak akan bisa loncat pangkat.Misalnya dari operator ke supervisor.operator yang rajin maka pangkat yang atas mendapatkan keuntungan dari itu.Bisa tambah naik pangkat lagi.Begitulah seterusnya gambaran dari hal tersebut.Di sistem kerakyatan semua karyawan memiliki hak yang sama,semua adalah operator dan semua berhak mendapatkan pangkat yang tertinggi sesuai capaian rajinnya dalam bekerja.Dan pangkat yang tinggi bisa saja turun jika pekerjaannya kalah dengan operator yang nyatanya lebih baik.Artinya persaingan seluruh karyawan menjadi fair semua memiliki jatah yang sama dalam menggapai pangkatnya.Pertanyaannya,mampukah kita membuat sistem lain yang sekiranya pas untuk kesejahteraan dan keadilan seluruh pekerja di Indonesia?

Dari perbankan,lebih mengerikan lagi.Artinya memang perbankan kita hampir pasti dikuasai asing.Meskipun itu atas nama perbankan made in Indonesia.Tetapi kepemilikannya apakah masih untuk rakyat Indonesia atau hanya segelintir orang yang menguasai perbankan itu.Sadarkah kita bahwa ada dana atau uang kita yang tak bisa kita ambil dalam uang yang kita titipkan di bank.Ada dana kita yang diambil sekian persen untuk bank tersebut.Ada dana yang walaupun jumlahnya kecil menurut kita itu masuk dana bank.Bayangkan itu jika dana sejuta nasabah.Dana seratus juta nasabah.Uang yang sekian persen diambil dari proses transaksi itu akan bernilai sangat banyak karena jumlah nasabah yang banyak.Kita jarang menyadari hal ini,kita menganggap remeh uang 100 rupiah,200 rupiah ataupun 500 rupiah sebagai proses transaksi itu.Jika dikalian sejuta nasabah maka uang 100,200, ataupun 500 rupiah itu akan menjadi dana trilyunan.Dan dari sistem inilah bank mendapatkan keuntungannya.Meskipun ada keuntungan yang lain tetapi dari proses yang kelihatannya remeh saja sudah menjadi dana trilyunan maka tidak heran bahwa pemilik bank akan menjadi orang yang kaya raya.Karyawan-karyawan bank mungkin akan kaya tetapi tak akan bakal menyaingi 1% pun kekayaan pemilik bank.Karena sistem konvensional kapitalis tadi.Dan semestinya rakyat dan bangsa Indonesia melihat potensi ini.Dan koperasi malah menjadi alternatif paling pas demi mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.Di koperasi tak mengenal sistem mencari keuntungan yang ada hanyalah sistem mensejahterakan anggotanya.Jika di bank  ada proses pembayaran potongan tiap bulan,tiap transaksi dan tiap ambil secara langsung (dalam bentuk uang).Bahkan potongan-potongan itulah yang menjadi magnet mengumpulkan pundi-pundi kekayaan sebuah bank.Pertanyaannya,mampukah bank di Indonesia berprinsip bukan saja mencari keuntungan tetapi berprinsip pula mensejahterakan nasabahnya?

Jika melihat dari aspek tersebut sangatlah wajar bahwa segelintir orang di negeri ini memiliki kekayaan setara 10 juta rakyat di Indonesia.Kapitalismelah yang secara tidak sadar menggiring sistem tersebut dan kitapun tak bisa mengelak dan menghindarinya.Pertanyaannya,mampukah rakyat Indonesia membuat sistemnya sendiri? Sistem yang tidak hanya berpihak pada segelintir orang tetapi sistem yang berpihak pada kesejahteraan semua orang? Kekayaan menjadi milik bersama yakni seluruh rakyat Indonesia.Apakah kita bisa membuat sistem semacam itu?

Iklan

10 thoughts on “Mampukah Kita Melawan 9 NAGA ?

  1. betul …. itu faktual tapi pembuktiannya secara hukum amat sangat sulit hanya pemimpin yang berani jujur dan didukum rakyat serta komitmen pada nasionalisme….

    Suka

  2. Tulisan yang menarik, Aamirdarwis. Seperti tulisan lainnya, penulis memang benar-benar ahli dalam memaparkan masalah dan memasukkan opini-nya. Salut!
    Terlepas dari apakah benar ada ‘9 naga’, saya sepakat bahwa memang mau tidak mau, suka tidak suka, pihak ‘asing’ ikut ambil bagian dalam menggerakkan roda kehidupan masyarakat Indonesia ditanahnya sendiri. Saya teringat dengan sebuah kalimat yang juga membicarakan hal yang serupa “Kita memang memerlukan mereka sebelum kita benar-benar bisa mandiri” (Sayangnya saya lupa siapa nama narasumbernya). Solusi yang diberikan oleh penulis untuk mengoptimalkan potensi milik sendiri seperti cinta produk dalam negeri benar-benar solusi yang tepat. Inilah yang saat ini sedang kita sama-sama usahakan. Memang seperti yang penulis katakan, “Tidak akan mudah”, tapi kalau kita bersama-sama, saya pribadi Optimis Bisa!

    Salam.

    Disukai oleh 2 orang

  3. makasih responnya,bnr sekali.. kita hrs bersatu.. ttp Indonesia mlh sedang ditarungkn sesama pribumi.. .. ini merupkn agenda org” yg menguasai SDM kita,kita diadudomba.. dan ditarungkn sesama bangsa.. apapun agama,ras,adat,kepercayaan.. ingatlh bahwa kita ini adlh indonesia..jgn mau diadudomba,..semoga kelak bangsa ini akn maju..musuh kita itu 9 naga,antek asing,koruptor dan politikus yg bejat.. musuh kita bkn masyarakat indonesia

    Disukai oleh 1 orang

  4. kalau slm ini yg dikatakn pribumi adlh org indonesia asli.Sudah bnr bhkn tepat,pengertian saya hny pengluasan sj.Kita tdk boleh mmbenturkn pribumi dgn nonpribumi.Sekarang yg tepat adlh rakyat Indonesia,asing dan antek asing.sekedar pikiran saya ja sih..heuheuheu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s