Romantika Kopi Bajingan 6

Oleh : Aamir Darwis

Hari ini lain daripada biasanya,masjid-masjid ramai dengan orang-orang yang akan menunaikan ibadah sholat,menjelang sore pun banyak penjual takjil semacam kolak,makanan buka,es dawet,es buah,es degan,dan yang manis-manis lainnya.Keramaian ini merupakan tanda bahwa sebagai orang islam kita sangat antusis menyambutnya..Marhaban ya ramadhan.. Mudah-mudahan rasa antusias ini sebagai pertanda kita diberi pahala yang besar dan semoga diampuni dosa-dosa kita kelak.Amiin.

Karena puasa maka diskusi temu rembug alias ngopi rokokan diadakan malam hari.Tepatnya sehabis menunaikan ibadah sholat sunat tarawih dan tadarus al-qur’an (nderes).Pak Kumis,Slendem,Pak Dulah,dan Aman yang sedaritadi sibuk mengamati orang-orang pada berhalulalang guna keperluan pulang sehabis menunaikan sholat di masjid.Mirip sebuah kota atau desa santri dimana tempat,kostum dan kegiatan diisi dengan nuansa yang islami.Sangat menyejukan hati,bukan?

Kini mereka telah berkumpul,setelah mempersiapkan kopi hitam bajingannya masing-masing dan tentunya kebul-kebul alias rokokan merekapun memulai temu rembug kali ini.

“Sebagai umat islam yang beriman maka perlu kita menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan.Khusus untuk orang-orang yang beriman kepada Allah.Jadi jika dilihat dari ini maka tidak ada kewajiban sama sekali bagi orang-orang yang tidak beriman.Jika dikomperasikan dengan kegiatan-kegiatan yang kurang baik di mata masyarakat seperti misalnya kegiatan diskotik,bar,tempat prostitusi.Maka kita tidak ada kewajiban untuk memaksa mereka menghormati kita ,apalagi memaksa mereka untuk berpuasa.Puasa merupakan ibadah yang spesial dari yang Maha Spesial,dikarenakan ibadah puasa itu untuk Allah dan Allah langsung yang akan memberi ganjaran/pahalanya.Maka di bulan puasa,pahala berlipat-lipat.Ibarat jual beli,diskon gede-gedean.Maka sangat merugi jika di bulan yang istimewa ini,hanya diisi dengan hal-hal yang justru mengurangi nilai pahala kita.Semestinya ngaji,tadarusan,sholat malam dan ibadah lainnya ditingkatkan dengan kadar sebisanya sehingga kita pun tidak akan merugi jika bulan ini nantinya telah selesai.” Demikian Ucap Pak Kumis

Setelah pembahasan dari Pak Kumis yang panjang itu,Pak Dulah melu urun rembug.Dengan argumen-argumennya.

“Ada trilogi nilai puasa.Pertama puasa yang hanya mendapat lapar dan dahaga saja karena tidak dibarengi dengan ibadah-ibadah lain bahkan malah meninggalkan ibadah yang wajib.Misalnya sholat.Maka nilai puasa hanya sebatas itu saja,sedangkan ibadah yang lain yang justru harusnya dikerjakan dan ditingkatkan semacam tadarus al-qur’an,ngaji,sholat tarawih,sholat tahajud dan lain-lain itu malah tidak dikerjakan sama sekali.Trilogi yang ketiga,adalah puasa yang menyangkup segala aspek yang bisa ia puasai dari puasa menahan hawa nafsu makan dan dahaga,puasa menahan amarah,puasa menjauhi maksiat anggota badan,puasa meninggalkan gunjingan,puasa menyakiti orang lain,puasa mengurangi waktu yang tidak bermanfaat dengan mengisi waktu itu menjadi hal yang bermanfaat,puasa dari perbuatan tercela dan dzolim.Masih banyak di dalam diri kita yang harus dipuasai.Untuk itu kita harus belajar terus menerus mencari dan mencarinya kembali.Sehingga saat kita diposisi ketiga ini maka inilah yang benar-benar disebut dengan puasa.”

Slendem yang capek setelah tadarusan di masjid,menilai ucapan-ucapan itu berat sehingga ia hanya mengucapkan yang ringan-ringan saja tetapi sangat mengena.

“Seharusnya iklan-iklan obat atau suplemen yang muncul dadakan di bulan ramadhan ini pikir ulang dan pemahaman kita dikaji ulang.Mereka pikir puasa menjadikan kita sakit dan lemah sehingga diperlukanlah obat-obatan dan suplemen.Padahal di jaman Rosululloh tidak ada anggapan yang seperti itu.Justru puasa malah menyehatkan.Sudah banyak dokter dari dunia barat yang meneliti kehebatan puasa dan akhirnya memutuskan masuk islam sebab dahsyatnya manfaat berpuasa.Kita pun tahu Nabi Daud As yakni Nabi yang diberi kekuatan oleh Allah bisa membuat baju menggunakan besi.Bisa dibayangkan betapa kuatnya.Justru Nabi Daud malah jarang sekali makan,beliau melakukan puasa sehari kemudian hari berikutnya tidak puasa,esoknya puasa,esoknya lagi tidak..begitu seterusnya.Apa beliau sakit ? justru malah mendapatkan kekuatan yang luar biasa.Sebelum puasa yang disyariatkan umat Islam,Di Jawa juga mengenal puasa.Ada puasa mutih,puasa patigeni,puasa 41 hari,dan lain-lain.Kita tidak akan membahas keharamannya tetapi kita membahas bahwa memang puasa itu justru bisa menguatkan.Baik kekuatan fisik maupun kekuatan tenaga dalam.Hal ini sangatlah bertentangan dengan ilmu modern.Pengin kuat ya harus makan makanan bergizi bila perlu jumlahnya ditambah.Tetapi puasa lebih aneh dan dahsyat.Pengin kuat maka berpuasalah.Justru dengan lapar dan dahaga yang kita rem bisa menimbulkan kesehatan yang luar biasa.”

Aman kehabisan ide karena semua ide-idenya sudah dibicarakan bersama-sama.Iapun spontan saja mencari idenya sendiri.

“Puasa adalah ibadah yang tidak bisa dipamerkan.Karena yang tahu bahwa orang itu berpuasa atau tidak hanya dirinya dan Tuhan.Jika ibadah sholat bisa dipamerkan misalnya menjadi imam bacaannya panjang supaya dikira alim,sodakoh supaya dilihat sebagai orang dermawan.Ibadah selain puasa masih ada kemungkinan untuk dipamerkan.Tetapi tidak dengan puasa.Apa yang bisa dipamerkan dengan ibadah puasa.tidak ada sama sekali.Saya mengkategorikan orang berpuasa itu ada 4 :1. orang yang berpuasa karena Allah sehingga ia tidak perduli lagi dengan godaan baik lapar,haus ataupun capek,2.orang yang berpuasa di depan orang lain tetapi jika tidak ada orang ia minum dan makan yang sebagai pertanda bahwa puasanya bukan karena Allah tetapi karena malu dengan manusia,3.orang yang terang-terangan tidak berpuasa ,mungkin lebih ksatia daripada yang berpura-pura puasa.Orang yang berpura-pura puasa mungkin ikut sahur dan buka tetapi hatinya sama sekali tidak ikut berpuasa.4.Orang yang berpuasa tetapi merasa lebih baik dan mulia daripada orang yang tidak berpuasa sehingga dirinya dihinggapi sifat sombong dalam beramal,mungkin ini yang paling ditakutkan sebagian umat muslim yakni perasaan lebih baik daripada orang lain,merasa amalnya lebih baik,sehingga orang jenis ini melupakan tujuan utama berpuasa yakni karena Allah.”

Paparan dari Aman merupakan akhir dari temu rembug malam ini.Kopi hitam paling bajingan diseduh.Rokok pun kebul-kebul.Sungguh,nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Iklan

4 thoughts on “Romantika Kopi Bajingan 6

  1. Suka banget sama dua analogi ini:

    “Maka kita tidak ada kewajiban untuk memaksa mereka menghormati kita ,apalagi memaksa mereka untuk berpuasa.”

    “Mereka pikir puasa menjadikan kita sakit dan lemah sehingga diperlukanlah obat-obatan dan suplemen.Padahal di jaman Rosululloh tidak ada anggapan yang seperti itu.Justru puasa malah menyehatkan.”

    Disukai oleh 1 orang

  2. Mantab sekali Bang Darwis, justru itu yang belum benar2 diambil pelajaran oleh sebagian umat muslim, mungkin masuk saya juga. Padahal Puasa di bulan ramadhan itu adalah sarana atau media pendidikan untuk menjalankan puasa setelah lebaran.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s