Kisah Sarpin & Saimun Part 32 : Pekerjaan Yang Berkah

oleh : Aamir Darwis

Akhirnya Saimun dan Mbah Kyai Sengkelat sampai juga digubugnya,Sarpin sudah menunggu dan mempersiapkan segalanya.Gubug sudah dibersihkan,Binatang ternak juga sudah diberi makan,Makanan juga sudah siap.

Mbah Kyai Sengkelat langsung duduk di kursinya,Ia memanggil Sarpin & Saimun untuk mulai ngaji lagi.

“Pin,Mun..Ayo kita ngaji lagi..” Ucap Kyai Sengkelat

Dua pemuda itu langsung mendatangi gurunya dan bersiap-siap mendengarkan petuah-petuah dan nasihat dari Mbah Kyai Sengkelat.

“Di dunia ini ada dua tipe jenis orang dalam kaitannya dengan pekerjaan yaitu orang yang diberi kesibukan oleh Allah dengan bekerja dan orang yang tidak mengharapkan rejeki lagi karena rizkinya ditanggung oleh Allah.Kita harus tau posisi kita.Jika kita ahli ibadah yang merasa tentram dengan ibadahnya dan juga rizkinya ditanggung alias kita tidak mengharap tetapi rejeki itu datang maka kita harus terus berada di jalan ini.Karena ini jalan orang yang dekat dengan Allah.Dan jika kita ini ahli bekerja artinya kita merasa tentram dengan pekerjaan kita sehingga pekerjaan itu menjadi jalan menuju Allah.Misalnya dengan pekerjaan yang kita kerjakan,kita tidak lupa dengan ibadah kepada Allah,kita menjadi bisa bersedekah,kita menjadi orang yang tidak meminta-minta kepada manusia.Maka jangan berhenti dengan pekerjaan ini.”

“Anggapan bahwa dunia itu harus ibadah saja artinya cuman sholat,zikir,dan semacamnya sehingga membuat kita malas bekerja merupakan syahwat yang samar.Hal itu tidak mengapa jika kita termasuk orang yang ahli ibadah yang rizkinya sudah ditanggung oleh Allah.Tetapi jika posisi kita ini ahli bekerja ,terus berhenti sebab anggapan ini maka ini merupakan kecondongan yang samar.Mungkin persepsi kita tentang orang yang ahli ibadah bahwa rizkinya ditanggung oleh Allah itu benar tetapi hati kita ini belum sekuat orang yang ahli ibadah.Sehingga ditakutkan kita akan menyesal saat sudah keluar dari pekerjaan kita.”

“Yang paling ditakutkan jika tidak bekerja untuk orang jenis ini adalah pencarian jalan pintas.Artinya pengin duit instan.Melakukan judi,ikut togel,pesugihan,penggandaan uang.Yang semuanya ini adalah jalan pintas yang sesat dan menyesatkan.Untuk orang yang ahli bekerja pikir-pikir lagi jika ingin keluar alias pengin nganggur.Jika pekerjaan kita ini membuat kita jauh dari Allah,membuat kita lupa beribadah,memuat kita sombong mungkin ada yang salah dengan pekerjaan kita.Kurang sedekah.Kurang berkah.Mungkin.Dan jika membuat kita seperti itu,kita bisa hijrah cari pekerjaan yang lain.”

“Pekerjaan yang baik adalah bukan masalah nominal hasilnya tetapi jika pekerjaan itu membuat kita tentram hatinya,membuat kita dekat dengan Allah,membuat kita diberi kemudahan oleh Allah sebab pekerjaan kita,maka pekerjaan yang seperti ini harus kita tekuni terus menerus.”

Sarpin & Saimun masih mendengarkan dengan seksama.Mereka bertanya-tanya dengan dirinya masing-masing.Apakah termasuk ahi bekerja atau ahli ibadah? Pekerjaannya membuat dekat dengan Allah atau malah sebaliknya? Pekerjaannya membuat dirinya menjadi orang yang baik atau sebaliknya? 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s