Unsur Nama Ibadah,Bid’ah Dan Perlunya Sikap Menghargai Pendapat 

oleh : Aamir Darwis

Kata Bid’ah menjadi bahan perbincangan yang seharusnya bisa diselesaikan secara bijaksana.Bukan debat kusir yang hanya tarung kebenaran argumen yang saya yakin tidak akan pernah ada habisnya.si A menilai,amalan yasinan bid’ah sebab Rosululloh tidak pernah yasinan.Si B merasa yasinan tidak bid’ah karena masih sesuai dengan perintah Rosululloh yakni perintah untuk membaca AlQur’an dan berhubung si B lebih menyukai surat yasin maka iapun membacanya.

Jika dicari siapa yang benar maka tidak akan berakhir.Dua-duanya mempunyai argumen dengan pembenaran masing-masing mereka.Letak fundamentalnya ada pada pembentukan nama suatu ibadah.Misalnya orang karena saking senangnya membaca AlQur’an dan dzikir maka membentuk majelis dzikir kecil-kecilan yang disana diadakan pembacaan dzikir secara bersama,membaca AlQur’an biasanya surat Yassin dan AlBaqoroh dan yang terakhir biasanya ada kultum oleh pemimpin majelis tadi.Karena yang sering dibaca yassin maka dinamakanlah Yasinan dengan segala ibadah islam didalamnya yakni dzikir,silaturahmi,membaca AlQur’an,do’a,dan pengajian kultum.Dan jika dilihat secara ibadah,semuanya lulus secara syari’at.Tetapi tidak lulus secara Nama.Karena memang pemberian nama tadi yang tentunya tidak ada pada jaman Rosululloh.Demikian juga berlaku pada acara Maulidan,Rajaban,dan lain sebagainya.Semuanya lulus secara syariat tetapi secara nama memang tidak ada.

Si A yang menyatakan bid’ah sebab terpaut dan terpaku pada symbol dan nama yakni yasinan.Si A tidak melihat unsur didalamnya.Kalaupun melihat,si A juga tidak mau mengakuinya sebab konsentrasinya tetap pada nama.Jika ibadah tidak bernama artinya tidak ada nama seperti itu saat Rosululloh masih hidup maka ibadahnya tertolak meskipun didalamnya mengandung unsur ibadah yang lulus secara syar’i.Pemahaman seperti ini jelas mengindikasikan bahwa si A memahami secara tekstual.Jika ada dikerjakan,jika tidak ada tidak usah dikerjakan,apalagi diada-adakan.

Dari paparan itu penulis menyimpulkan bahwa tidak akan bisa ditemukan titik temu,semuanya mempunyai dalil dan pendapatnya masing-masing.Semuanya merasa paling benar.Jadi jika seperti ini maka jalan yang ditempuh adalah menghargai pendapat masing-masing dari kita.Si A merasa benar maka lakukan sesuai pendapatnya,Si B merasa benar maka lakukan sesuai pendapatnya,Kita terus kemudian jalan bareng-bareng.Biarlah perbedaan ini menjadi semacam rahmat yang harus membuat kita percaya diri dengan pendapat kita tanpa harus menyalahkan amalan-amalan orang lain.Toh semuanya juga punya pendapat kebenarannya.

Dan semoga Si A dan SI B nanti akhirnya sadar bahwa kebenaran sejatinya baru ia temukan saat ia melihat Tuhan secara langsung kelak di Surga.Maka dari itu,daripada kita menggiring manusia ke neraka ,lebih baik kita mengajak pada kebaikan tanpa harus memaksakan pendapat kebenaran masing-masing dari kita.Kita perlu berfikir dewasa dalam memandang perbedaan-perbedaan para ulama sehingga diharapkan tidak ada yang ribut lagi membahas ini.Sebab semuanya punya dasar kebenarannya yang tentunya pendapat itu diyakini dengan seyakin-yakinnya sehingga kitapun akhirnya harus ngalah dimana sikap menghargai pendapat lebih kita utamakan daripada debat kusir yang kebanyakan dilakukan oleh kaum akar rumput yang terlalu fanatik.

Iklan

7 thoughts on “Unsur Nama Ibadah,Bid’ah Dan Perlunya Sikap Menghargai Pendapat 

  1. Saya herannya di YouTube ..Akun yg mengadudomba perbedaan ulama terutama masalah Bid’ah.. misalnya ulama A vs ulama B.. yg ada kata Bid’ah pasti komenannya bnyk.. semua jd debat kusir slng adu argumen.. Padahal mereka hrsnya tau bahwa menjelaskan juga percuma karena semuanya punya kbnrn masing”..

    Suka

  2. Aku mikirnya, apa mereka ga ada kesibukan yang lebih penting dan nyata-nyata ngaruh ke sekitar daripada perang siber gitu. Ya gapapa juga sih, kebanyakan kuota kali ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s