Kisah Sarpin & Saimun Part 33 : Ramadhan 

Oleh : Aamir Darwis

Mbah Kyai Sengkelat meneruskan pengajiannya yang hanya memiliki dua murid itu.Kali ini ia membahas tentang Puasa Ramadhan dan segala isi yang mencangkup tentang puasa Ramadhan.Takjil,jaburan,Tarawihan,tadarusan,sahur keliling,dan berbagai kegiatan yang asyik ini memang hanya ada di Bulan yang suci ini.

Saimun dan Sarpin memperhatikan dengan seksama sedangkan Mbah Kyai Sengkelat memulai paparannya,

“Alhamdulillah,akhirnya kita berada juga di Bulan Ramadhan.Ramadhan yang berasal dari kata Ar-romadh yaitu panas yang terik.Hal ini karena kebiasaan Bangsa Arab atas nama-nama bulan dalam setahun.Rosululloh dalam haditsnya mengatakan bahwa Sungguh di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar kemudian Seorang Arab Badui bertanya :Untuk siapakah ruangan-ruangan itu wahai Rosululloh? Dijawab oleh beliau : Untuk siapa saja yang berkata baik,memberi makan,selalu berpuasa,dan sholat malam ketika orang-orang dalam keadaan tidur.”

“Ancaman tidak berpuasa bagi orang yang mampu artinya ia tidak mempunyai kendala/udzur yang mengikutinya.Misalnya sakit,orang tua jompo,perjalanan jauh.Ancamannya adalah nanti di neraka orang-orang yang tidak berpuasa tanpa alasan yang diperbolehkan adalah digantung di neraka dengan kaki di atas,mulut mereka rusak/robek,darah mengalir dari mulut mereka sebab siksaan tersebut.”

“Waktu imsak yang katanya akhir dari sahur juga bukan.Karena waktu akhir sahur adalah adzan subuh.Tetapi waktu imsak menjadi baik karena sudah menjadi kesepakatan para ulama.Dimana Rosululloh SAW pernah bersabda bahwa beliau membaca 50 ayat artinya jarak antara adzan subuh dengan beliau sahur adalah 50 ayat ALqur’an dimana beliau mengisi sahur dengan tadarus AlQur’an.Dan 50 ayat tadi jika dikalkulasikan dengan waktu bisa 10,15 ataupun 20 menit.Para ulama menyepakati 10 menit.Meskipun disini ada perbedaan pendapat.Sehingga jarak antara imsak dan adzan subuh adalah 10 menit.Dengan demikian mengakhiri sahur diwaktu imsak adalah mengikuti Rosululloh.Sehingga ini masuk kategori sunah walaupun istilah imsak juga belum ada di jaman rosululloh.Dan Sahur menjadi penting karena beliau pernah bersabda bahwa makan sahur merupakan keberkahan.”

“Dan kalian harus tahu bahwa Rosululloh bersabda bahwa ada tiga orang yang doa mereka tidak tertolak yaitu imam (pemimpin) yang adil,orang yang berpuasa hingga ia berbuka,dan do’a orang yang terdzolimi.Sehingga do’a saat berbuka menjadi sunnah yang seharusnya kita ucapkan.Syukur-syukur kita do’a dengan do’a yang lain.Karena waktu berbuka merupakan salah satu waktu yang mustajab.”

Sarpin dan Saimun terus mencatat paparan-paparan dari sang guru.Mereka ingin ramadhan kali ini lebih baik daripada tahun kemarin.Semoga saja.Aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s