Mimpi Lebaran

oleh : Aamir Darwis

Apakah hari lebaran itu ?

Hari Kemenangan tetapi kemenangan dari apa ?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncrat seketika dari benakku.Aku selalu merasa sempit,merasa tidak punya tempat untuk kembali.Setelah aku menipu hatiku sendiri dan mengurung diri dari pertemanan-pertemanan membuat aku selalu khawatir dan was-was.

Uang melimpah yang menjadi perburuan setiap manusia ternyata tak membuatku bahkan sedikitpun tak menentramkan hatiku.Sepertinya aku kufur nikmat atau aku memang pendosa laknat.Aku memburu diriku yang lain sementara diri yang sejati sudah tak tau entah dimana.
Sekelumit ceritaku dimulai dari sana.Cerita yang mungkin membuat mimpi lebaran kali ini serasa menyakitkan.Bahkan aku iri dengan mereka yang lepas seperti anak kecil yang bertakbir dengan rasa gembira,aku pun ingin menikmati dan merasakan makna takbir itu.

Tetapi perlahan aku menyadari diri ini tak lagi kecil lagi.Bahkan sudah dewasa tanpa mengerti esensi kedewasaan itu seperti apa.Seperti menyawang mereka yang hari ini bergembira lahir batin.Sandang yang serba baru tanpa harus disadari bahwa sandang itu menyakitiku.Betapa tidak ? Aku pun tak tergiur akan hal itu.Hatiku masih saja cemas.Pikiranku pusing tujuh keliling bagaimana membahagiakan diriku yang sejati.Meskipun itu sangat sedikit,jujur aku ingin bergembira sebagaimana orang-orang dewasa lainnya.Pacaran,Ngumpul bareng teman-teman,dan hal Ikhwal kebrengsekan lainnya.

Tetapi aku tak bisa seperti itu.Aku hanya ingin menulis.Berbagi pengalaman,cerita,memory,diary yang mungkin bisa sedikit memuaskan diriku.Untuk apa membahas cinta jika cinta hanya mampir seketika tanpa bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.Aku malah takut kecintaan terhadap manusia justru menjerumuskanku ke lembah nista.Untuk itu aku sedikit membuat jarak.Semoga saja kelak ada cinta yang benar-benar bisa membuatku bahagia dan menjadi pribadi yang lebih baik.Tanpa ketakutan akan perbedaan strata sosial,kepantasan,puing gengsi atau semacamnya.

Betapa gobloknya diriku membuat jarak yang luas menjadi sempit.Mencintai A padahal mencintai B.Lalu A kamu kemanakan dan perasaan gila apa semacam ini.Mencintai B ternyata B sama saja seperti A.Lalu dirimu kau kemanakan ? Gara-gara A dan B,kau takut untuk silaturahmi dengan yang lain.Merasa tidak punya tempat kembali.Perasaan apa semacam ini ?

Kenapa hal ini harus terjadi ? Dan gobloknya hatimu terpaut dengan B yang jelas-jelas dengan mudahnya berpaling gara-gara secuil ketampanan.Kekayaan dilewati lalu untuk apa mengharap dari B yang menjadi seperti itu ?
Sudahlah ini sudah malam.Syukur aku masih bernafas setidaknya kepala ini masih bersatu dengan badanku.Cinta,harta dan kepantasan hanyalah bagian kecil kesedihan ini yang memang harus selalu kau simpan dalam-dalam.

Bukankah kau sudah biasa menyimpan kesenanganmu demi yang lain.Kamu rela dihina diinjak-injak bahkan dilecehkan selama 3 tahun hanya demi perasaan cinta orangtuamu.Kamu gak enak dengan mereka karena biaya pindahan mahal.Lagian kamu juga bukan orang yang mampu.

Aku bahkan tak diberi kesempatan untuk sekali saja aku kembali ke diriku yang benar-benar diriku.Mencintai tanpa kepalsuan,kerja tanpa dipaksakan,cita-cita tanpa harus menguburnya,sekolah bebas memilih tanpa harus dipaksakan kesini atau kesana.Aku hanya ingin menyadari bahwa aku juga ingin bahagia.
Melihat ke atas bukannya menambah semangat malah menambah iri dan dengki.Ingin seperti ia atau yang disana.Sedangkan melihat ke bawah justru membuatmu susah bukan main.Kau bahkan menangisi mereka tanpa kau sadari bahwa dirimu harus ditangisi.Setidaknya tentang bagaimana menyikapi hidup ini ? Tentang kebahagiaan yang harusnya kamu kejar tanpa kau harus terpenjara oleh apapun.

Takbir terus saja berbunyi.Saling saut-sautan.Senangnya.Aku mencoba lagi rasa itu.Menampakan senyum bahagia walau batin menangis terluka.Asal kalian tau,aku melakukan itu jauh sebelum kalian mengenal siapa diriku ?

Tidak apa-apa aku hancur.Aku sakit.Aku nylungsep.Aku terperosok.Tapi itu harus benar-benar aku sembunyikan.Biarlah kata-kata menjadi saksi puasanya diriku dengan diriku.Yang kutampakan tawa,canda,sukses dan bahagia.Dan itu hanya bagian terluar dari diriku.Sedangkan bagian dalamku biarlah aku yang menerima sakit dan hancurnya.
Karena itulah aku ingin lebaran menjadi hari kemenangan yang sejati.Aku ingin menang luar dan dalam.Cuma itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s