Kisah Sarpin & Saimun Part 34 : Waktu Bisa Melukaimu

oleh : Aamir Darwis

Disela-sela istirahatnya,Sarpin Dan Saimun sedang ngobrol bareng.Mengupas apa sebenarnya waktu itu.Mengapa waktu begitu kritikal untuk peradaban umat manusia.

Mereka duduk di bangku depan gubugnya Mbah Kyai,terlihat reot dan keropos memang bangku itu.Namun bangku yang kaki kirinya dimakan rayap itu ternyata sering dipakai Mbah Kyai untuk sekedar merokok atau saat-saat menganggur.

“Bagaimana dengan yang namanya waktu ini sih,kok sepertinya manusia  berada di dalamnya dan berusaha menang darinya.Waktu sangat tajam bahkan lebih tajam daripada pedang.Jika ia terlena dan membuang waktu dengan hal yang tak berguna,ia kalah dari waktu.Jika ia bisa menggunakan setiap waktunya untuk kebaikan.Baik itu sifatnya skala pribadi,keluarga atau untuk kepentingan umum.Jika ia menggunakannya untuk kebaikan maka ia menang.” Demikian pendapat Saimun

Sarpin mempunyai pendapatnya sendiri,untuk itu ia mencoba menguraikannya.

“Benar sekali.kita berfikir mudahnya begini.Tidak usah memikirkan terlalu jauh apa yang akan kita lakukan ke depan.Memang boleh saja merencanakan apa yang akan kita lakukan ke depan.Misalnya jam 1 mau berbuat kebaikan apa,jam 2 kebaikan apa dst.Tetapi yang paling penting dan sudah di depan mata adalah saat ini.Saat ini artinya waktu sudah menantang dirimu.Goalnya kebaikan atau keburukan.Kemanfaatan atau kesia-siaan.Inilah yang paling fundamental dan terpenting.Yang perlu kita lakukan adalah fokus untuk saat ini.Apa yang sedang kita lakukan saat ini harus bisa kita cari titik-titik kebaikannya.Waktu saat ini detik ini menit ini harus selalu kita fokus terhadapnya.Harus bernilai kebaikan,kemanfaatan dan bernilai amal Sholeh.Jika kita bisa selalu fokus setiap aktifitas kita maka tidak perlu rencana yang mulukpun kita sudah mengudara dengan tingkat kebaikan yang konsisten.” Ucap  Sarpin

Saimun memperhatikan dengan seksama pada Sarpin.Ia pun mengejar ungkapan itu.

“Jika kita koneksikan ke AlQur’an maka sebenarnya waktu manusia itu benar-benar dalam kerugian.Tidak bernilai amal bahkan na’udzubillah bisa-bisa bernilai dosa.Namun Allah memberi kabar gembira bahwa waktu yang manusia rugi didalamnya ternyata ada waktu yang bisa untung,menang bahkan Sukses didalamnya yaitu orang yang melakukan amal sholeh,orang yang berpesan pada kebenaran dan orang yang selalu menjaga kesabaran.Jika diruntutkan ini bisa menjadi rumus jitu meniti waktu.Untuk menang dalam waktu harus mempunyai 3 hal : perbuatannya harus bernilai amal Sholeh,perkataannya dan sikapnya menunjukan kebenaran,dan sikap dan mentalnya selalu dalam kesabaran.”

Demikian waktu itu,semoga kita bisa menang melawannya.Hidup yang hakekatnya didalamnya gelembung-gelembung waktu harus kita fokusi terus menerus.Harus bernilai amal.Karena jika tidak artinya kita kalah dengan waktu.Bahkan waktu bisa jadi membunuh kita dari ketidaksadaran dan ketidakmauan kita memanfaatkannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s