Dunia Terbalik Di Pendarahan

oleh : Aamir Darwis

Entah apa tiba-tiba Pak Kursin marah-marah.Membentak dan memaki siapa saja yang ada di depannya.

“Bangsat..Teman macam apa kalian.. Kalian cuman sibuk do’a di media sosial tetapi aktualisasinya nol besar.Tau gak,Istri Pak Dahlan hampir saja mati sebab pendarahan.Dia membutuhkan darah sedahkan stok di PMI habis.Harusnya kalian menawarkan diri untuk menjadi pendonor.Minimal kalian ikut merasakan apa yang sedang dirasakan Pak Dahlan.Berempati gitu.Teman macam apa kalian ini sih!” Pak Kursin memaki-maki

Usut punya usut ternyata saat istrinya Pak Dahlan mau melahirkan terjadi pendarahan hebat.Dan ironisnya teman dekat yang sekaligus teman kerjanya Pak Dahlan tak ada yang menjenguk.Boro-boro menjenguk,berempatipun tidak.Hanya untaian kata-kata do’a yang mungkin sedikit dipaksakan.Bentakan itu muncrat meluncur deras ke rongga ulu hati Pak Wawan,Pak Sosro dan Pak Slamet.

Tapi Alhamdulillah,Pak Dahlan masih mempunyai teman yang baik.Walau tidak teman sekerja tetapi cukup akrab.Pak Udin dan Pak Reza.Dua-duanya bak pahlawan bertopeng meluncur kesana kemari ke PMI guna mendapatkan stok darah.Mendapatkan stok darahpun harus pas dan sesuai standar.Harus sama-sama golongan darahnya.Syukur,golongan darah Pak Reza dan istrinya Pak Dahlan sama sehingga dapat dengan cepat ditangani.

“Kami hanya bisa mendo’akan.Yang penting perwakilan.Disitu kan ada Pak Udin dan Pak Reza bisa menjadi wakil kita lah.Walau tidak kerja bareng tetapi kalian juga teman baik saya.Alhamdulillah banget.Beribu-ribu untaian terima kasih saya haturkan ke Pak Udin dan Pak Reza.” Pak Wawan mencoba membela diri

“Bukan masalah terima kasihnya Pak.Tetapi rasa pertemanan itu lho Pak.Bapak kan ini teman sekerjanya,Tiap hari kerja bareng mbok yon due rasa empati.Njenguk gitu..Ini bukan masalah perwakilan tetapi rasa empati,Pak.” Pak udin dengan setengah menahan amarah kepada Pak Wawan

Pak Wawan,Pak Sosro dan Pak Slamet menjadi pembicaraan teman-teman Pak Dahlan.Baik yang keluarga Pak Dahlan,teman karib,tetangga,saudara dan kerabat.Semuanya menyayangkan sikap Pak Wawan cs yang seolah-olah antipati dan malah menyerahkan masalah pada teman yang lain.Ini bukan masalah teman,ini masalah nyawa,Pak.. Sekali lagi ini masalah nyawa..

Tak dinyana dan disangka Pak Wawan yang ahli ibadah itu yang terkenal rajin kerjanya dan rajin sholat duha-nya itu kurang berempati kepada sesama teman sesama manusia.Sedangkan Pak Udin tampang preman justru dengan bangga menunjukan apa itu makna pertemanan di dalam persaudaraan umat manusia.

Apakah dunia menjadi terbalik.Yang alim kurang bersosial,Yang Preman justru Bersosial.Apakah harus seperti itu? Bagaimanakah kita memandang kesalehan pribadi dan kesalehan sosial ?

Iklan

6 thoughts on “Dunia Terbalik Di Pendarahan

  1. Benar.. bnyk yg mjd indifidual.. kata” kotor,cuek dg sosial dan lbh senang dg berita baik…Berita baik mnrt mereka itu berita buruk karena dg berita buruk bisa jd ajang musyawarah ngomongin kejelekan org

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s