Sampingan

Jadikan Setiap Detik Waktu Kita Itu Bernilai Kebaikan

oleh : Aamir Darwis

Ada peribahasa mengatakan bahwa “Siapa yang nandur bakal panen”.Nandur atau menanam bisa ditafsirkan dengan sebuah aksi atau wujud nyata dari laku manusia.Nilaipun ada tiga yakni aksi yang baik,aksi yang buruk dan aksi yang sia-sia.Jika diperinci lagi dan dirucutkan kembali maka perilaku manusia akan menjurus ke dua hal.Bernilai baik atau bernilai buruk.

Penilaian baik atau buruk akan menjadi relatif jika yang berpendapat atau yang menilai adalah manusia.Manusia mempunyai banyak macam kemungkinan.Baik tetapi sebenarnya tidak baik,baik tetapi malah dinilai tidak baik,baik tanpa memperdulikan penilaian baik dan baik tetapi merasa tidak baik.Dalam konteks ini maka sangat menyedihkan rasanya jika kebaikan hanya dilakukan atau didasarkan dengan tujuan penilaian baik oleh masyarakat.Di-Ria-kan oleh dirinya sendiri.Justru yang baik adalah saat berbuat baik didasarkan atas niat keridhoan Tuhan semata.Tidak mencari pamrih apalagi hadiah pujian dari manusia.Goalnya pun orang yang baik dengan sifat ikhlasnya itu tidak takut dicemooh ataupun dilecehkan masyarakat.

Kondisi semacam ini membuat orang yang baik itu menjadi tangguh mentalnya.Tidak goyah dan terpengaruh oleh bisikan-bisikan yang akan membuat ia lemah atau luntur untuk berbuat baik.Kalaupun ia suatu saat berbuat tidak baik,ia akan bangkit kembali untuk menginstropeksi atau muhasabah dirinya sendiri.Berbanding terbalik dengan realitas masyarakat dimana justru lebih senang dan puas untuk menilai keburukan orang lain.Cacat diri sendiri malah tidak diperdulikan.Sibuk mencari kesalahan orang lain untuk kemudian diekspos menjadi bahan perbincangan yang mengasyikan.Membuat perkumpulan yang isinya hanya ngrasani ( membicarakan kesalahan orang lain) tanpa mau belajar dari kesalahan tersebut.

Manusia mempunyai batas dalam kehidupan di dunia.Ada waktu yang diberikan oleh Tuhan dengan kerahasianNya kapan waktu itu akan dicabut.Kesempatan berbuat baik hanyalah di dunia saja.Jika diteorikan maka sebenarnya kita ini diberikan batas oleh Tuhan dengan batasan waktu,kita diberi kebebasan memilih kebaikan atau keburukan tetapi endingnya adalah pembalasan yang setimpal karena tidak ada satupun yang luput dari pengamatan Tuhan meskipun itu hanyalah ungkapan hati yang tidak bisa diketahui orang lain.Waktu menjadi sangat kejam dan mematikan karena setiap detik tidak bisa diulang ,hanya akan menjadi kenangan yang kelak itu akan bernilai baik atau buruk.Penyesalan hanyalah penyesalan maka harus segera bangkit dari keterpurukan.Jika semisalnya masih berbuat buruk maka fikirkanlah hal ini.Berapa lama kita hidup di dunia ini dan sudah cukupkah bekal kita mengarungi kehidupan selanjutnya.Jangan sampai kita menyesal dikemudian kelak.

Setelah kita mengetahui bahwa kehidupan itu dalam lingkup waktu yang terbatas maka aksi apa yang kita lakukan setelahnya.Masih berkutat dengan anggapan bahwa akherat tidak ada ataupun tidak mempercayai adanya Tuhan hanyalah sumber segala masalah yang membuat kita tidak jadi berhijrah ke arah yang lebih baik.Manusia memiliki kewajibannya kepada Tuhan,sesama manusia dan juga lingkungan.Ada batas,ada hak,ada keperluan ada kemantapan bahwa sebaiknya kita bisa terus menerus berbuat baik.Jangan memikirkan terlalu jauh ke depan mau berbuat baik apa,memang memikirkan hal ini baik saja karena bisa menerka kebaikan apa yang akan kita lakukan.Namun yang paling baik adalah saat ini.waktu ini.Detik ini.Menit ini.Dan seterusnya.Teruslah berjalan melewati waktu dengan fokus berbuat kebaikan.Misalnya saja saat ini melihat sampah berserakan maka segeralah bersihkan tanpa harus menunggu atau saat ini melihat pecahan kaca di jalan segera pinggirkan tanpa harus menunggu.Menunggu atau menunda aksi baik hanyalah kerugian waktu.Hilang kesempatan berbuat baik pada waktu tersebut yang padahal waktu itu juga akan dihitung dan dinilai oleh Tuhan.Jadi berbuat baik haruslah menjadi nafas perjalanan.Diamanpun,kapanpun dan dalam kondisi apapun berusahalah berbuat baik.Ayo berusaha berbuat baik bersama-sama.Semoga yang kita semogakan kelak akan menjadi semoga yang semoga menjadi kenyataan.Amiiin
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s