Kisah Sarpin & Saimun Part 37 : Datangnya Urusan Dari BlimbingWesi

oleh : Aamir Darwis

Lagi menyapu halaman gubug tiba-tiba Sarpin didatangi Raden Panggede ( salah satu menteri di Kerajaan Blimbingwesi) dan R.Panggede ini satu-satunya menteri yang tidak setuju dengan upeti yang banyak dibebankan ke rakyat karena rakyat sedang menghadapi paceklik dimana-mana.

Dengan membawa sepucuk surat ditangannya,ia berlari dari kejaran tikus raksasa ( intelejen kerajaan),melewati rimbunan pohon hutan dan mendatangi gubug Kyai Sengkelat.Tibalah disana dengan mengantarkan sepucuk surat itu walau naas setelah itu ia mati karena terkena cakar dari salah satu tikus raksasa.Anehnya tikus raksasa itu tidak berani mendatangi gubug Kyai Sengkelat.Mereka balik badan dengan murung.

Sarpin yang sedang menyapu langsung berusaha menolong R.Panggede tetapi takdir berkata lain.Beliau meninggal seketika itu juga.Ditangannya ada sepucuk surat dan Sarpin pun membuka dan membacanya.

“Untuk R.Bagaskoro dan R. Panji Pamungkas,Rakyatmu sedang ditimpa masalah besar,Mereka menyangka bahwa kesuksesan itu dengan banyaknya harta,uang atau kekayaan dan mereka juga menyangka bahwa tingginya sekolah atau pangkat sebagai simbol kesuksesan.Mereka lupa tujuan mereka untuk hidup di dunia ini,Raden.Mereka banyak yang meninggalkan agama hanya karena segelintir kesenangan dunia,teknologi yang modern,berbangga diri dan iridengki.Sampai tiba disana R.Sosrokumolo.Dialah dalang dibalik kepentingan-kepentingan kerajaan,Raden.Dia pula yang menyulap istana yang dulu tiap maghrib diisi lantunan ayat suci Alqur’an menjadi ajang jogetan sekaligus mabuk-mabukan.”

“Gusti Prabu terus menerus mencari kalian berdua,Raden.Meskipun beliau membenci kalian tetapi beliau sangat berharap kalian kembali ke istana.Dan para menteri hari ini sungguh-sungguh busuk,raden.Semuanya pamer seolah-olah berhasil dibidangnya tetapi padahal realitasnya mereka sungguh gagal,Gusti Prabu malah tidak pernah keluar istana.Beliau berpesta tiap malam dengan dayang-dayangnya.R.Bagaskoro… Sang Permaisuri Ibu PertiwiHadiningrat sekarang sudah mundur dari jabatannya,beliau juga sama seperti Raden.tidak cocok dengan tingkah polah Sang Prabu.Beliau kini menempat di kademangan dan statusnya menjadi rakyat biasa kembali.Untuk itu saya mohon R.Bagaskoro berkenan menemui Ibu Pertiwi, beliau tiap malam menangis menunggu kedatanganmu,Raden.Demikian surat ini,Raden.Jika kalian telah siap,kembalilah ke istana dan tolong permintaan terakhir hamba.Tolong sadarkan Gusti Prabu dari kekeliruannya.”

Sarpin ( alias R.Bagaskoro selaku pangeran dari Kerajaan Blimbingwesi ) terdiam sejenak,pikirannya membayangkan betapa sedihnya Ibu Pertiwi ditinggal olehnya sedangkan ia sekarang berstatus menjadi orang biasa.Sarpin ragu-ragu apakah ia akan kembali ke istana,karena pelajaran dan ilmu dari Mbah Kyai Sengkelat belumlah lulus untuk menangani hal besar semacam itu.Dia pun belum memberitahukan berita ini kepada Saimun saudaranya yang aslinya bernama R.Panji Pamungkas putra dari Adipati Kerajaan Blimbingwesi karena Saimun masih mengembara bersama Mbah Kyai Sengkelat.

Iklan

2 thoughts on “Kisah Sarpin & Saimun Part 37 : Datangnya Urusan Dari BlimbingWesi

  1. Adaptasi ke buku mah gak..Tetapi hasil pemikiran dari pihak tertentu memang ia.Saya malah merencanakan mau mengambil ceramah dari ustadz tertentu untuk kemudian lanjut ke cerita tetapi diakhir cerita ditulis bahwa inti cerita dari ustadz tersebut.Masih menerka,entah besok seperti apa..Tunggu saja hahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s