Sampingan

Rakyat Kepedasan Politik Cabai

oleh : Aamir Darwis

“Politik memang pedas bahkan pedasnya membuat masyarakat kepedasan dimana-mana sementara yang menikmati dari kepedasan itu adalah orang yang berkecimpung dalam dunia politik dan rakyat dibiarkan kepedasan terus menerus.”

Stop! Jika kita ini adalah rakyat maka saya mau sedikit memberi saran kepadamu supaya jangan berlebihan dalam membela politik.Jika anda adalah rakyat yang mendukung partai ataupun pemimpin partai ataupun orang yang dicalonkan partai maka tidak usahlah berdebat antar pendukung partai.Biarkan saja para politikus yang berdebat karena toh akhirnya mereka juga yang sebenarnya berduel ingin merebut kekuasaan.Kita membela ataupun menghujat juga tidak punya pengaruh apa-apa karena sebenarnya dunia politik adalah mainannya mereka,kita yang disuruh debat dan ribut dan salah satu dari mereka yang akhirnya menang.Sedangkan kita tidak dapat apa-apa paling banter dapat kebanggan bahwa yang didukung menang.

Untuk apa sih adanya partai politik ? untuk kesejahteraan rakyat.No! bukan itu.Partai politik dibuat adalah untuk memenangkan perpolitikan dalam hal ini menguasai negara, baik itu dari tingkat terkecil kecamatan sampai tingkat kepresidenan.Jika kita tahu bahwa partai politik tujuan akhirnya adalah kemenangan menguasai maka untuk apa kita bela mati-matian.Semuanya yang diembel-embel,janji-janji,program-program dari partai politik goalnya adalah menang dalam duel perpolitikan.Jadi,sebagai rakyat kita rugi besar mencampuri urusan njlimet yang penuh kepura-puraan itu.Jika ada orang parpol yang mengumbar janji,mengembel-embel program untuk rakyat maka terimalah tetapi jangan sampai kalian kena jebakan karena niat mereka adalah mengambil hati masyarakat agar supaya partai mereka didukung.Lagi-lagi kita dijejali hal ini kemudian kita disuruh berdebat sesama masyarakat tetapi yang menang akhirnya adalah orang partai politik juga.

Waktu paling membludak untuk perang antar partai adalah pemilu.Disinilah rakyat akan digiring,diiming-imingi program dan janji manis.Lucu sekali memang jika ada rakyat dengan bangga menenteng bendera partai padahal dia bukan anggota partai hanya demi mendukung orang yang didukung.Paling banter dia dapat uang 100ribuan tetapi efek paling diuntungkan adalah partai politik tersebut.Dan partai politik sudah menjalar kesegala lembaga negara.DPR yang semestinya independen dan jauh dari pengaruh politik kini sudah dimasuki partai sehingga munculah sikon dimana perang politik juga terjadi di DPR hanya saja mereka mencoba membawa atas nama rakyat dan berpura-pura membela rakyat.Sebagai rakyat saya kira kita harus mengetahui hal ini.

Perang antar kepentingan partai ternyata tidak berhenti pada batas waktu aturan pemilu.Katanya ada masa tenang dimana partai tidak boleh kampanye? Haloo ini jamannya internet,bung.Sekali kampanye di internet maka disanalah kampanye akan berada tiap waktu bahkan tiap menit dan detik.Perang hoax,rakyat diadu domba,pendukung calonpemimpin saling serang dan menjatuhkan,membawa agama sehingga menggunakan agama menjadi alat jitu mengkadali rakyat.Sudahlah temanku,jangan mau dibuat sakit kepala.Mereka hanya sedang saling rebutan nasi di kursi kepemimpinan.Kita ini adalah rakyat,kita dapat apa sih jika membela calon pemimpin itu.Katakanlah jika kita membela Jokowi,apa untungnya kita? Membela Prabowo,apa untungnya kita? Membela SBY,apa untungnya kita? Mereka sedang rebutan nasi di kursi kepemimpinan.Kita jangan sampai lupa itu.

Setelah kita mengetahui bahwa partai politik dibuat tujuan akhirnya adalah menang.Rakyat mempunyai hal dimana kita harus terus memantau janji-janji dan program dari mereka.Yang menang,harus kita pantau apakah janji-janji dilaksanakan dengan baik atau programnya dilakukan.Jangan-jangan kita kena tipu bahwa mereka membuat program-program ataupun janji-janji hanya untuk mendapatkan suara kita saja tanpa mereka mau mengusahakan janji dan program tersebut.

Forum debat di sosial media antar calonpemimpin,kita tidak usah ikut.Sudah menjamur baik itu tulisan,caption,gambar,video ataupun opini yang sebenarnya yang membuat awalnya adalah politikus kemudian disebarkan ke media sosial.Diterimalah oleh rakyat yang hobinya mendukung atau pro sehingga ramailah menjadi debat kusir,belum lagi jika disebarluaskan ke media sosialnya maka tambah panjang dan menggila perdebatan itu.Kita jelas dirugikan besar karena hanya sebagai penonton bukan pemain inti.Rugi besar jika kita malah menambah dosa dengan mencaci maki lawan dari pemimpin partai yang tidak kita dukung.Apa sih kita untungnya mendukung mereka? Selama rakyat tidak mempunyai people power yang benar-benar terbukti dan nyata maka selama itu kita ini bak makan cabai dunia politik,kita yang kepedasan tetapi mereka yakni para politikus yang menikmati hasil dari makan cabai kita.
Tetapi negara ini sudah kadung menyepakati adanya partai politik sehingga cara terampuh sebagai rakyat adalah dimana semua rakyat semestinya bersatu.Biarlah politik yang debat dan adudomba.Kita sebagai rakyat harus bersih fikirannya karena ujung-ujungnya mereka juga yang akan mendapat imbas.Imbas kepada rakyat adalah program-program dan janji-janji.Harusnya inilah yang menjadi perbincangan kita tiap hari.Bukan memperbincangkan debat calonpemimpin.Program-program dan janji-janji inilah yang akhirnya akan berdampak kepada kita sebagai rakyat.Inilah yang harus kita pantau terus menerus.

Iklan

4 thoughts on “Rakyat Kepedasan Politik Cabai

  1. sejatinya politik itu untuk Bonum Commune (kepentingan umum) lewat sistem perwakilan. krn J.J Rousseau pernah berteori tentang Du Contract Social. rakyat membuat kontrak dgn pemerintah (wakil) menyerahkan sebagian hak rakyat (untuk memerintah) ke tangan mereka dengan balasan yg mewakili harus benar2 menjalankan amanah itu! kalau tidak mandat akan ditarik kembali oleh rakyat. dimana ajang yg paling tepat unk menarik mandat??? di PEMILU berikutnya jangan pilih mereka kembali! jadi saya setuju dengan pandangan Bung Aamir kalau kita sbg rakyat yg sudah melakukan “kontrak” melalui pemilu hendaknya menyerahkan saja sepenuhnya mandat itu dan tidak perlu ikut2an berdebat kusir bahkan mati2an membela para “pemain” tersebut krn ujung2nya kita yg pusing mreka malah mesra2an di atas sana. rakyat jalani saja kehidupan sebagai rakyat tentunya tetap memantau kinerja elit di pusat (jangan ketinggalan informasi) setelah itu simpan dan renungkan untuk pemilu berikutnya: memberi mandat atau mencabut mandat!

    Disukai oleh 1 orang

  2. Super sekali mas komenannya,yg kita butuh dari pemerintah itu program”nya yg nyata dan janji”nya yg dibuktikan..Fokus kita mmng semestinya kesitu,bukan mlh fokus ke kandidat atau debat yg tdk pntg

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s