Sampingan

Kisah Sarpin & Saimun Part 38 : Kehormatan Seorang Muslim

oleh : Aamir Darwis

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar” Q.S.Ali Imron : 142

Sarpin terhenyak sejenak setelah membaca terjemahan ayat ini.Dia seperti tidak punya hal yang patut untuk dibanggakan walaupun itu gelar Pangeran sekalipun.Tempat yang paling diidamkan manusia sekaligus juga tempat transit terakhir orang-orang yang bertakwa nyatanya tidak didapatkan dengan mudah.Harus siap berjihad dan bersabar. Harus melewati medan spektrum keluasan jihad dan sabar, yang sekarang pun harus dipelajari matang-matang dan diamalkan dengan sungguh-sungguh.Memang tidak mudah sekaligus akan ada halangan dan juga rintangan tetapi walaupun begitu kita harus lulus.Pikir Sarpin

Sarpin berbincang lagi dengan Saimun yang kini sudah pulang dari pengembaraannya bersama Mbah Kyai Sengkelat.

“Keluasan makna jihad sangat luas.Bukan hanya menenteng senjata sambil membunuh musuh ,kini senjata telah berubah menjadi senjata pikiran dan keluasan mau untuk berkorban membela kebaikan.Jihad terbesar adalah mengendalikan hawa nafsu.Bagaimanapun caranya kita harus menemukan komposisi yang kuat untuk setidaknya memberi dorongan untuk berjihad fisabilillah sekaligus mengkokohkan kesabaran” Ucap Sarpin

“idealisme.. Kehormatan..Kesungguhan.. Jika ditarik dari tiga itu akan dapat suatu hal yang insyaAlloh menambah kuat daya juang berjihad dan bersabar.Pertama,Seseorang itu pasti memiliki idealisme.Memiliki hal yang ia percayai dan banggakan semacam suatu simbol tekad yang kuat.Idealisme itu bisa macam-macam.Sebagai seorang muslim,idealismenya adalah takwa namun takwa tidaklah semudah yang diartikan ,menjalankan yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi laranganNya.Takwa adalah idealisme.Tetapi mengapa pengetahuan akan takwa saja tidaklah cukup untuk membuat seseorang itu mau berjihad sekaligus bersabar?” Tanya Sarpin kepada Saimun

Saimun melanjutkan tiga hal tersebut dengan pemahamannya,

Kedua.Karena tidak adanya suatu hal yang patut untuk sebuah kehormatan.Kehormatan lebih tinggi dari sebuah idealisme sekaligus penopang kuatnya idealisme.Jadi jika seseorang itu sudah mengetahui makna dan arti takwa, kini seseorang itu harus punya suatu titik kehormatan.Lewat kehormatan seseorang bisa membela,berjuang bahkan rela mati sekalipun.Kita bisa mengambil Ridho Allah menjadi sebuah kehormatan bagi seorang muslim.Artinya dimanapun,kapanpun dan dalam kondisi apapun,dia harus menjaga dan merawat kehormatan itu.Ridho Allah adalah hal yang harus terus disisipkan dalam setiap aktifitas kita.”

“Dan jika seseorang sudah mencapai kehormatan semacam ini.Yakni hidupnya dan laku hidupnya akan difokuskan dalam mencari ridho Allah maka apapun rintangan,gangguan dan hadangan tidak akan membuat dirinya mundur dan menyerah.Karena yang dia tuju adalah Keridhoan Allah sehingga anggapan baik atau buruk dari manusia tidak akan mempengaruhinya.Dia jalan terus.Dan dari mencari Keridhoan Allah,manusia akan mencapai kesungguhan hidupnya.Dan diapun terus menerus mengkokohkan semangatnya karena baginya Ridho Allah adalah kehormatan yang harus ia jaga dan kejar terus menerus.”

Ketiga.Kesunguhan.Praktek takwa harus dikerjakan sungguh-sungguh.Percuma saja,Jika sudah mengetahui makna takwa tetapi perilakunya masih jauh dari ketakwaan.Untuk itu kehormatan yakni keridhoan Allah menjadi penghubung takwa dan kesungguhan.”

Mereka kini sedang mencari makna spektrum jihad yang luas itu.Karena jihad tidak hanya berperang.Jihad bisa bermakna mencari ilmu,bermakna berbuat kebaikan setiap waktunya,bermakna pula menjaga martabat dan harga dirinya untuk tidak berbuat dzolim.Sangat luas makna jihad dan pertanyannya,bisakah kita memulai jihad kita dan memperkokohkan kesabaran kita lewat kehormatan mencari keridhoan Allah ?

Iklan

9 thoughts on “Kisah Sarpin & Saimun Part 38 : Kehormatan Seorang Muslim

  1. Wah betul sekali, saat ini memang kita perlu melakukan jihad yang lebih mengarah kepada ilmu dibandingkan dengan perang yang banyak mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan…

    Disukai oleh 1 orang

  2. Betul sekali saat ini makna jihad yang lebih relevan adalah jihad yang lebih menekankan pada ilmu dibanding dengan jihad dalam bentuk perang yang banyak mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s