Pemberadaban Ilmu Untuk Kemaslahatan Manusia

oleh : Aamir Darwis

Bagi jamaah maiyah,Penulis meyakini pasti sudah banyak yang tahu dan mendengar tentang proses pembelajaran runtutan ilmu.Namun bagi masyarakat umum mungkin ada yang baru mendengar.Proses pemberadaban ilmu ala maiyah memang boleh dibilang sangat runtut sekaligus sangat teliti.

Proses untuk mengerti suatu bidang keilmuan memang bertahap-tahap,diantaranya :

Pertama,Ta’lim yang bisa diartikan bahwa seseorang yang tadinya belum tahu menjadi tahu.Dan ditahap ini menurut hemat penulis sudah banyak dan bisa dibilang umat era internet sudah banyak yang tahu.Namun permasalahan adalah bagimana yang tahu itu mau untuk menjalankan ilmunya.Karena jika hanya sekedar tahu maka ilmu hanya akan jadi wacana belaka dan tidak menjadikan orang tersebut untu melakukan amal.

Kedua,Tafhim yang bisa diartikan bahwa seseorang yang tadinya belum paham menjadi paham.Paham lebih baik daripada tahu.Orang yang paham pasti tahu tetapi orang yang tahu belum tentu paham.Jadi paham setingkat lebih tinggi.

Ketiga,Ta’rif yang bisa diartikan bahwa seseorang itu tahu sekaligus paham dengan sebuah bidang ilmu tetapi belum benar-benar mengerti sehingga memerlukan tahap ini yakni belajar untuk mengerti dari tahu dan paham.

Keempat,Ta’mil yang bisa diartikan bahwa seseorang itu banyak yang tahu dan juga paham bahkan berhasil mengerti tetapi belum tentu bisa atau mampu melakukannya.Lagi-lagi penulis menyangka bahwa umat era internet itu banyak yang tahu dan paham tetapi untuk praktek pengamalannya masih sangat jauh.Banyak orang pintar tetapi orang yang mau mempraktekan atau mengamalkan ilmu itu masih jarang.Berbanding terbalik dengan jaman dulu sebelum adanya internet,meskipun tahu dan paham hanya sedikit ilmu misalnya, tetapi untuk konteks pengamalan sangat luar biasa.Ketekunan untuk mengamalkan lebih tinggi daripada hanya sekedar wacana.

Kelima,Takhlis yang bisa diartikan bahwa seseorang itu tahu dan paham sekaligus mengerti dan harus ikhlas dan siap untuk mengamalkan ilmunya.Inilah yang paling sukses dalam bidang keilmuan artinya memang orang itu harus mengamalkannya bukan hanya sekedar tahu dan paham saja.Kelengkapan seseorang dalam tahu,paham,mengerti dan mau mengamalkan akan menjadikannya orang tersebut bijaksana dan siap ikhlas mengamalkan ilmunya.Pemberadaban inilah yang harus kita kejar dan diusahakan terus menerus ditengah-tengah badai ilmu yang membludak di era internet,mampukah kita menjadi takhlis yaitu orang yang mau mengamalkan ilmunya dan tahu,paham dan juga mengerti.Inilah kelengkapan ilmu yang membuat ilmu menjadi keberkahan.Pertanyaannya,sudah siapkah kita menjadi takhlis? Atau jangan-jangan kita hanya berada di bagian ta’rif atau malah terprosok ke tafhim dan ta’lim yang hanya pandai wacana saja ?

Iklan

2 thoughts on “Pemberadaban Ilmu Untuk Kemaslahatan Manusia

  1. Mungkin bisa di sematkan satu hal lagi Bang, yaitu paradigma. Bagi Dr. Mansour Fakih sebelum orang mengetahui ilmu yang lebih awal untuk mempengaruhi praktik keilmuannya adalah paradigma. Dua orang dengen kapasitas ilmu yang sama bisa jadi berbeda dalam paradigma, dan paradigma menentukan secara praktis. Tapi sudah bagus apa yang Abang runutin di atas. Semangat!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s