Sampingan

Please,Jangan Sampai Kita Terpecah Belah…

oleh : Aamir Darwis

Tulisan ini dibuat oleh orang yang bukan ulama.Bukan juga kalangan cendekiawan.Bukan pula akademisi.Bukan pula intelektual.Tulisan ini dibuat oleh orang yang sangat biasa saja.

Penulis yang biasa ini,sangat prihatin dan heran,kok bisa ulama-ulama,kyai-kyai,ustadz-ustadz dibenturkan satu sama lain hanya karena pandangan islamnya yang mungkin berbeda.Ulama A VS Ulama B,saling tarung adu kebenaran yang padahal tidak akan bisa ditemukan titik temu karena masing-masing ulama mempunyai tafsir atau pandangan yang berbeda-beda.

Please,Aku mohon dengan sangat.Tolong jaga ucapanmu kawan-kawanku pengguna medsos,jangan karena kamu fanatik dengan satu ulama sehingga kamu bisa melecehkan bahkan memuntahkan kemarahanmu dengan kata-kata yang sangat tidak pantas.Mari kita nyadar diri bareng-bareng,kita ini hanyalah orang biasa sedangkan yang kita komentari itu intelektual,ulama-ulama,kyai-kyai,ustadz-ustadz yang sudah teruji tholabul ilminya.Kita ini hanyalah seperti menikmati makanan diatas piring maka seyogyanyalah kita menghormati.Jika kita tidak suka atau tidak sependapat,cukuplah kita mempercayai apa yang kita percayai tanpa harus menjatuhkan orang yang nyata-nyatanya tidak sependapat dengan kita.

Panggung medsos sedemikian liar.Di Facebook adudomba ulama sudah tak terhitung.Dimikian juga di Twitter,Instagram,dan medsos lainnya.Kita tengok misalnya di Youtube,bagaimana bisa ulama-ulama dibenturkan dengan judul ulama A vs ulama B,atau ulama A marah kepada ulama B,ulama B marah kepada ulama A,Amalan ulama A benar vs amalan ulama B salah.Sangat prihatin sekali,bisa-bisanya kok tega ya,ulama ditarungkan didalam video yang sejujurnya hanyalah ajang untuk mencari uang.Ironisnya,kita yang terlalu fanatik dengan ulama A misalnya,nimbrung ikut-ikutan komen karena merasa tidak terima ulamanya dihina atau disepelekan.Hingga terjadilah jual beli argumen.Puncaknya adalah kata-kata kasar,makian,umpatan kepada ulama ,yang padahal posisi kita ini hanyalah orang biasa.Kita pun harusnya ngerti dan sadar bahwa argumen kita itu, tidak akan bisa mempengaruhi pendapat orang yang pandangannnya berbeda.Bukankah kita sudah ngerti bahwa kita ini memang berbeda ? Apa susahnya menghargai pendapat orang lain sih ? apalagi itu sekelas ulama,mbok yo kita ini diam saja dan cukup mempercayai ulama kita saja. Bukankah ulama kita juga menganjurkan untuk berkata yang baik saja ? kok jadi marah,ribut,berkata-kata kasar sampai jual beli umpatan.Apakah pantas kita ini mengaku muslim,jika dalam berkata kok mengumpat,ironisnya lagi yang diumpat adalah ulama.

Kawanku yang NU,Muhammadiyah,Salafi,MTA,Wahabi,LDII,dan aliran islam lainnya.Please,mari kita sama-sama berjalan bareng-bareng.Pandangan kita mungkin berbeda tetapi saya yakin bahwa Tuhan kita masih sama,nabi kita pun masih sama.Jangan mudah diadudomba,ditarung-tarungkan.Kita lakukan kebenaran islam sesuai apa yang kita yakini tanpa harus menjatuhkan atau menjelek-jelekan aliran lain.Atau jika kita memang tidak setuju dengan pandangan suatu aliran,cukuplah kita menghormati mereka dan kita tetap mengerjakan apa yang kita yakini.

Hati-hati kawanku.Kita sedang diarah untuk dipecahbelah,dibuat kocar kacir.Apa kalian menyadari hal ini ? apa kalian ingin umat islam ini perang ? Bukankah seharusnya perbedaan itu menjadi rahmat ? Lagi-lagi kita harus tetap dalam kondisi menahan diri untuk tetap menjaga jalannya ukhuwah islamiyah.Persaudaraan sesama umat Islam.

Medsos sudah demikian liarnya yang tingkat untuk menghancurkan martabat muslim dilakukan dengan cara mengadudomba satu sama lain.Membenturkan satu sama lain.Menarungkan ulama dengan ulama. Saya yakin seyakin-yakinnya ini bukan ulah umat muslim.Ini ulah orang-orang atau kelompok yang tidak senang umat islam damai.Tidak senang bahwa sejatinya islam itu membawa kesejukan sehingga dibuatlah fitnah dengan mengatakan islam itu teroris.Mari kita sama-sama mawas diri untuk menjaga ucapan kita,langkah kita dan perbuatan kita supaya jangan mudah untuk dibenturkan dan diadudombakan.Sudah cukup Iraq,sudah cukup Afghanistan,sudah cukup Lybia,sudah cukup Syiria.Mereka adalah saudara kita yang diadudombakan,ditarungkan ulama-ulamanya,difitnah,dibuat kebencian satu sama lain sesama bangsa.

Cukup…Jangan sampai itu terjadi di negeri kita tercinta ini kawanku.Indonesia merupakan rumah muslim.Rumah mayoritas islam.Kita jaga bareng-bareng,kita toleransi,kita guyup rukun bareng-bareng,kita hormati sekaligus menghargai pendapat yang lain tanpa kita harus seperti mereka.Karena tujuan akhir kita adalah persaudaraan sesama muslim.Persaudaraan sesama bangsa Indonesia.

Iklan

2 thoughts on “Please,Jangan Sampai Kita Terpecah Belah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s