Romantika Kopi Bajingan 10 (special)

oleh : Aamir Darwis

Pak Kumis yang sedang membuka twitternya tiba-tiba terperangah melihat berita bahwa saksi kunci keterlibatan SN itu tewas tertembak,Sontak membuat Pak Kumis terguncang dahsyat.Ada apa dengan hukum di negeri ini? Apakah kita akan kembali ke jaman Orba dimana suara-suara kebenaran tewas diberangus? Masih ingat dengan Munir,Widji tukul, dan Marsinah. mereka adalah pejuang kebenaran yang tewas karena melawan penguasa yang dzolim. Pak Kumis mengundang Pak Dulah untuk berembug.Kali ini tidak mengundang Slendem,Amar dan Aman karena ditakutkan dia akan terpancing untuk demo.Demo mendukung KPK ? Dari informasi para demo jalanan yang mendukung KPK itu kita tak melihat satu media mainstreampun yang meliput.Suara-suara demo kini semakin hilang dan tak terdengar bukan karena tidak ada tapi karena suaranya ditutup-tutupi.

Pak Kumis memulai bincang-bincangnya, “Saksi kunci e-ktp tiba-tiba tewas.Ini semakin brutal saja.KPK dikroyok bukan saja oleh para Pansus yang basi itu,juga karena ini menyangkut dana trilyunan rakyat yang masuk kantong-kantong para koruptor proyek e-ktp.Jangan heran jika pansus selalu ingin menekan KPK,lha wong orang-orang yang ikut pansus juga disinyalir terlibat.Kasus yang menimpa Novel Baswedan menjadi babak baru tentang bagaimana menjadi orang yang jujur di negeri ini, tantangannya adalah nyawa.Apalagi jika menghadapi penguasa.”

Pak Dulah langsung membalas ucapan Pak Kumis,

“Aneh memang.Kasus yang susah semacam terorisme saja bisa diungkap.Sedang kasus yang jelas ringan ini apalagi saksi-saksi sekaligus fakta-fakta sudah dijelaskan oleh Novel Baswedan kok sepertinya polisi loyo untuk mengungkap kasus ini.Menurut saya bukan karena tidak mampu tetapi tidak mau.Ada kekuatan besar dimana polisi tidak bisa ikut terlibat.Ini mengulang sejarah Munir,Widji Tukul dan Marsinah yang kasusnya sampai kini tidak pernah terpecahkan.Lagi-lagi bukan karena tidak mampu tapi tidak mau karena ada kekuatan besar dibalik lembaga polisi.Dan ini jika sampai tidak diungkap akan menjadi sejarah hitam bahwa lembaga polisi gagal melindungi aparatur negara yang notabene pejuang KPK.Saya menyebut Novel Baswedan sebagai pendekar.Orang yang tidak gentar dan tidak takut meskipun diteror sekalipun,yang dia takutkan Cuma Tuhan.Ini menggetarkan sekali.”

Pak Kumis menimpali, “Saya juga tidak habis fikir kekuatan apa yang dimiliki SN sehingga dia bisa terhindar dari kasus-kasus besar.Hambalang,Papa Minta Saham dan kini E-KTP.Apa jangan-jangan dia sudah mempunyai aliansi yang kuat.Ini semacam cerita Godfather karya Mario Puso.Menjadi mafia tak melulu harus memakai senjata tajam atau berpakaian ala tentara tetapi dengan pakaian ala penguasa elit memakai jas mewah,celana mewah,sepatu mewah.Melakukan pencitraan dirinya supaya masyarakat menganggap dirinya orang yang baik tetapi diam-diam dari belakang adalah mafia kelas kakap yang licin.Ini hanya spekulasi tetapi memang tokoh SN tidak bisa dipandang sebelah mata,dia memiliki relasi politik yang kuat sehingga untuk mengamankan posisinya tak sesulit yang dikira oleh kita.Sidang terbuka bisa dia manipulasi menjadi sidang tertutup.”

Pak Dulah mengejar, “Ini pembelajaran yang harus kita catat dengan tinta hitam yang tebal.Tentang bagaimana kita harus hati-hati memilih para calon dewan.Rakyat jangan sampai mau disuap dan diiming-imingi oleh calon dewan saat pemilu ,baik tingkat desa sampai nasional.Rakyat jangan mau gadaikan nasib bangsa hanya dengan suap yang nilainya pun sangat sedikit.Tetapi lihat bagaimana akibatnya jika salah memilih calon dewan? Mau kita seperti ini terus.Melihat DPR yang tiap hari bikin pusing kepala karena ada saja yang terlibat korupsi.”

Mereka kini menerka di angan-angan pikiran masing-masing.Apakah rakyat akan diam saja melihat semakin beraninya para dedengkot koruptor di negeri ini? Silakan berjuang sesuai kemampuan kalian untuk kemajuan bangsamu dan bersihnya bangsamu.Tetapi ingatlah akan ada orang-orang yang menjebol sejarah hitam walau itu taruhannya adalah nyawa.Dan orang-orang seperti Munir,Widji Thukul dan Marsinah adalah pahlawan era baru.Bang Novel Baswedan dan KPK ,kini melanjutkan perjuangan yang sudah dibungkam.Diam tertindas atau Lawan dan Terjang! Tidak boleh gentar dan Tidak boleh takut dengan Maling Koruptor Bajingan.Salam Anti Korupsi Untuk Semua Maling Koruptor di Negeri ini.Acungkan jari tengah di depan wajah para koruptor!

Iklan

13 thoughts on “Romantika Kopi Bajingan 10 (special)

  1. hanya ada satu kata LAWAN! kata Widji Tukul,tapi apalah daya kita orang kecil yg tak punya power dan tak punya “relasi” kekuasaan. sejarah selalu menghasilkan korban. kalau akses kekuasaan tidak bisa ditembus. maka tangan Tuhan adalah yg terbaik untuk menegur mereka.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Karena hipnotis sudah dibuktikan diperadilan mas..Tapi saya ttp dukung KPK..Lembaga satu”nya yg mau mengusut kasus korupsi dg serius.. Hati” mas,media mainstream sudah bnyk dikuasai politisi..Pelemahan KPK dilakukan dg cara membuat KPK tdk dipercaya oleh rakyat..Membuat berita HOAX,menyudutkan KPK,..
    DPR kita sudah tak pantas lagi disebut DPR..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s